Categories
Artikel Berita Digitalisasi Kunjungan

Pelatihan Dasar Transformasi Digital dalam Pengembangan Edukatif Materi Pembelajaran Digital Menggunakan AI

Banyumas, 24 Juli 2026Program Studi Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto Hadirkan Edukasi Pemanfaatan AI bagi Siswa SMA Bruderan Purwokerto

PurwokertoProgram Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto kembali melaksanakan kegiatan pengabdian dan promosi edukatif (soft selling) melalui penyelenggaraan “Pelatihan Dasar Transformasi Digital dalam Pengembangan Edukatif Materi Pembelajaran Digital Menggunakan Artificial Intelligence (AI)” yang diselenggarakan di SMA Bruderan Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada para siswa mengenai pentingnya transformasi digital sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence sebagai pendukung proses belajar yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif. 

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan ratusan siswa SMA Bruderan Purwokerto. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan konsep transformasi digital hingga praktik sederhana penggunaan berbagai tools AI untuk membantu aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan berbasis studi kasus, tim dari Program Studi Bisnis Digital mengajak para siswa memahami bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, khususnya di bidang pendidikan. Artificial Intelligence diperkenalkan bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan sebagai learning assistant yang mampu membantu proses pencarian informasi, penyusunan materi presentasi, brainstorming ide, hingga meningkatkan produktivitas belajar apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. 

 

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik interaktif penggunaan AI untuk menyelesaikan berbagai studi kasus sederhana. Dalam sesi ini, siswa diajak berdiskusi secara langsung mengenai bagaimana memberikan instruksi (prompt) yang tepat kepada AI agar menghasilkan informasi yang relevan dan berkualitas. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi informasi, menjaga etika penggunaan AI, serta menghindari penyalahgunaan teknologi dalam kegiatan akademik.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang dinamis. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi dua arah ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki minat yang tinggi terhadap perkembangan teknologi sekaligus membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkannya secara optimal.

Selain memberikan materi mengenai Artificial Intelligence, tim Program Studi Bisnis Digital juga memperkenalkan kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan, seperti digital business, digital marketing, data analytics, business intelligence, hingga pengembangan startup digital. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa memperoleh gambaran mengenai peluang karier dan kompetensi yang dibutuhkan di era ekonomi digital. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto dalam mendukung peningkatan literasi digital di kalangan pelajar sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Dengan adanya pelatihan semacam ini, diharapkan para siswa semakin siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0 dan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program Studi Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto akan terus menghadirkan berbagai program edukatif dan kolaboratif bersama sekolah, industri, maupun masyarakat sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Categories
Berita Kunjungan

Penerapan Sistem Informasi Berbasis Web Sebagai Implementasi Business Process Redesign Guna Efektifitas Kegiatan Usaha Pada UMKM Batik

Banyumas, 23 Juni 2026Sebanyak 20 pengrajin UMKM Batik di Banyumas menghadiri kegiatan penyerahan sistem informasi berbasis web yang sekaligus menjadi langkah nyata dalam business process redesign untuk meningkatkan efektivitas usaha. Penyerahan ini dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Hibah Internal Telkom University, menandai dimulainya era baru pengelolaan usaha batik yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis digital.

Transformasi Digital UMKM Batik

Dengan adanya sistem informasi berbasis web, para pembatik kini dapat mengelola proses bisnis secara lebih tertata dan terdata. Penerapan ini memungkinkan:

  • 📊 Pengelolaan operasional lebih efisien: Proses produksi, stok bahan, hingga pencatatan penjualan dapat dilakukan secara digital.
  • 🌐 Pemasaran lebih luas: Produk batik Banyumas dapat dipromosikan melalui platform daring, menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
  • 🔍 Monitoring bisnis lebih mudah: Data usaha dapat dipantau secara real-time, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.
Dukungan Perguruan Tinggi

Program ini merupakan bagian dari Pengmas Hibah Internal Telkom University, dengan ketua tim Lina Fatimah Lishobrina, S.A.B., M.M., serta anggota Ade Yanyan Ramdhani dan Yosita Dwiani Suryaningtiyas. Kehadiran akademisi dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung UMKM dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat daya saing di era digital.

Dampak Positif bagi Pengrajin

Para pengrajin batik menyambut baik inovasi ini. Mereka menilai sistem berbasis web membantu mengurangi hambatan administrasi manual yang selama ini memakan waktu. Selain itu, pencatatan digital memberikan transparansi dan akurasi yang lebih tinggi dalam mengelola usaha.

Harapan ke Depan

Penerapan sistem informasi ini diharapkan menjadi tonggak awal transformasi digital UMKM batik Banyumas. Dengan proses bisnis yang lebih efektif, para pengrajin dapat fokus pada pengembangan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Langkah ini bukan hanya sekadar modernisasi, tetapi juga strategi untuk menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan global.

Categories
Berita Event

SMART-W2V TUMI: Model Teknologi Tepat Guna Berbasis Sistem Informasi dan Strategi Bisnis Digital dalam Pengelolaan Limbah Kotoran dan Urine Ternak pada Kelompok Wanita Tani Desa Tumiyang

Tumiyang, Kebasen, Banyumas – Upaya peningkatan produktivitas peternakan sekaligus pengelolaan lingkungan berbasis teknologi terus dilakukan di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Melalui program SMART-W2V TUMI (Smart Waste to Value Tumiyang), tim pelaksana bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tumiyang menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan implementasi model teknologi tepat guna berbasis sistem informasi dan strategi bisnis digital dalam pengelolaan limbah kotoran dan urine ternak.

Kegiatan yang diikuti oleh 41 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah peternakan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai potensi limbah ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kotoran dan urine ternak yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran lingkungan diperkenalkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair dan pupuk organik padat yang memiliki nilai jual tinggi bagi sektor pertanian.”Sebagai bentuk dukungan teknologi tepat guna, tim pelaksana menyerahkan dan mendemonstrasikan penggunaan peralatan pengolahan limbah ternak yang dirancang untuk membantu proses produksi pupuk organik secara lebih efektif dan efisien. Peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kelompok sekaligus menghasilkan produk yang lebih berkualitas. 

Pada sesi pelatihan, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai penerapan sistem informasi sederhana untuk pencatatan produksi, pengelolaan data usaha, serta monitoring hasil pengolahan limbah. Pemanfaatan sistem informasi ini diharapkan dapat membantu kelompok dalam melakukan pengelolaan usaha secara lebih terstruktur dan berbasis data. Selain aspek teknologi, peserta dibekali dengan strategi bisnis digital yang meliputi pengembangan identitas produk, pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, serta penyusunan strategi promosi digital. Materi ini diberikan agar produk hasil pengolahan limbah ternak dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan anggota kelompok. 

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa konsep SMART-W2V TUMI mengedepankan pendekatan waste to value, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi melalui dukungan teknologi dan inovasi digital. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai diskusi dilakukan terkait permasalahan pengelolaan kandang, pemanfaatan urine ternak sebagai pupuk cair, hingga strategi pemasaran produk pertanian dan peternakan secara digital. Peserta juga diajak untuk melakukan observasi kondisi kandang dan limbah yang dihasilkan sehingga dapat memahami secara langsung proses pengelolaan yang tepat.

Program SMART-W2V TUMI diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis peternakan dan pertanian berkelanjutan. Melalui sinergi antara teknologi tepat guna, sistem informasi, dan strategi bisnis digital, Kelompok Wanita Tani Desa Tumiyang diharapkan mampu menjadi pelopor dalam pengelolaan limbah ternak yang produktif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. 

Program SMART-W2V TUMI diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis peternakan dan pertanian berkelanjutan. Melalui sinergi antara teknologi tepat guna, sistem informasi, dan strategi bisnis digital, Kelompok Wanita Tani Desa Tumiyang diharapkan mampu menjadi pelopor dalam pengelolaan limbah ternak yang produktif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Menumbuhkan Jiwa Mandiri, Menyongsong Masa Depan bisnis

Melalui kolaborasi antara kurikulum akademik Mata Kuliah Kewirausahaan dan manajemen acara oleh UKM HIPMI PT Telkom Purwokerto, mahasiswa ditantang untuk mengasah kemampuan soft skill penting seperti kerja sama tim (teamwork), kepemimpinan (leadership), negosiasi, pelayanan pelanggan, hingga manajemen keuangan dasar. Dengan suksesnya acara Market Day 4.0 ini, nilai-nilai kemandirian diharapkan melekat kuat di dalam diri setiap mahasiswa, mendorong iklim akademis yang inovatif, serta mempercepat langkah Telkom University Purwokerto dalam mencetak lulusan mandiri yang siap menjadi penggerak ekonomi bangsa melalui jalur wirausaha.

Categories
Berita Event

Wujudkan Visi “Entrepreneurial University”, UKM HIPMI PT Telkom Purwokerto Sukses Gelar Market Day 4.0

PURWOKERTO – Sebagai langkah nyata dalam mendukung visi kampus sebagai pencetak wirausaha masa depan (Entrepreneurial University), Unit Kegiatan Mahasiswa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (UKM HIPMI PT) Telkom Purwokerto sukses menyelenggarakan gelaran festival kewirausahaan tahunan bertajuk Market Day 4.0 – Impactful & Sustainability Enterpreneurship. Acara ini dilaksanakan dengan meriah pada hari Rabu, 2 Juni 2026, bertempat di parkiran gedung DSP.

Bukan sekadar ajang pameran biasa, Market Day 4.0 merupakan wadah implementasi praktis sekaligus menjadi salah satu syarat utama kelulusan dalam mata kuliah wajib universitas, yaitu Kewirausahaan (KWU). Berdasarkan landasan akademik kampus, Mata Kuliah Kewirausahaan diwajibkan untuk membekali seluruh mahasiswa dengan nilai-nilai kemandirian yang fundamental. Melalui momentum ini, nilai kemandirian tersebut ditanamkan secara mendalam agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, melainkan juga mampu membaca peluang, mengelola risiko, dan mengeksekusi ide bisnis mereka di pasar riil.

“Mata Kuliah Kewirausahaan merupakan Mata Kuliah Wajib yang membekali mahasiswanya dengan nilai kemandirian. Nilai-nilai ini diharapkan tertanam dalam diri mahasiswa sehingga mendukung Telkom University Purwokerto dalam mewujudkan visinya sebagai Entrepreneurial University.”


Keseruan & Ragam Aktivitas Unggulan di Market Day 4.0

Acara Market Day 4.0 tahun ini dikonseptualisasikan secara modern dan interaktif dengan menghadirkan beragam zona aktivitas menarik yang berhasil memikat antusiasme ratusan pengunjung. Berikut adalah beberapa daya tarik pada rangkaian acara Market Day 4.0:

  1. Produk Unik & Kreatif: Pameran produk inovatif non-kuliner hasil karya orisinal mahasiswa yang menggabungkan aspek fungsionalitas, kreativitas, dan solusi teknologi tepat guna.

  2. Kuliner Kekinian: Surganya bagi para pencinta komoditas kuliner dengan hadirnya stan jajanan dan minuman hitz yang mengedepankan keunikan rasa (fusion food) serta visual kemasan yang menarik perhatian pasar generasi muda.

  3. Talkshow Inspiratif: Sesi diskusi interaktif yang menghadirkan praktisi bisnis berpengalaman untuk membagikan wawasan (insight), strategi bertahan di era digital, serta tips menumbuhkan mentalitas entrepreneur yang tangguh bagi pemula.

  4. Games Seru: Berbagai mini-games interaktif yang tersebar di area acara untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi para pengunjung.

  5. Spot Foto Aesthetic: Instalasi visual dekoratif yang ramah media sosial (Instagramable), memfasilitasi pengunjung untuk mengabadikan momen sekaligus mendorong promosi organik secara digital.

  6. Doorprize Menarik: Apresiasi bagi pengunjung yang aktif berpartisipasi dan bertransaksi di stan-stan mahasiswa berupa pembagian hadiah kejutan di penghujung acara.

Menumbuhkan Jiwa Mandiri, Menyongsong Masa Depan bisnis

Melalui kolaborasi antara kurikulum akademik Mata Kuliah Kewirausahaan dan manajemen acara oleh UKM HIPMI PT Telkom Purwokerto, mahasiswa ditantang untuk mengasah kemampuan soft skill penting seperti kerja sama tim (teamwork), kepemimpinan (leadership), negosiasi, pelayanan pelanggan, hingga manajemen keuangan dasar. Dengan suksesnya acara Market Day 4.0 ini, nilai-nilai kemandirian diharapkan melekat kuat di dalam diri setiap mahasiswa, mendorong iklim akademis yang inovatif, serta mempercepat langkah Telkom University Purwokerto dalam mencetak lulusan mandiri yang siap menjadi penggerak ekonomi bangsa melalui jalur wirausaha.

Categories
Berita Pelatihan

Menjelajahi Dunia UI/UX Bersama Praktisi Industri: Kuliah Tamu Design and User Experience dalam Program International Class

PURWOKERTO Program Studi S1 Bisnis Digital telah sukses melaksanakan kuliah tamu mata kuliah Design and User Experience sebagai bagian dari program International Class. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Program Studi Bisnis Digital dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dengan melibatkan praktisi profesional dari industri digital.

Kegiatan ini menghadirkan Budi Aji Purnomo, seorang UI/UX Designer dan Product Design Enthusiast dari perusahaan multinasional asal Jepang, Nomura Research Institute Indonesia, sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Bisdig Angkatan 2023 dan dimoderatori oleh Ariq Cahya Wardhana, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pengampu mata kuliah Design and User Experience.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, narasumber membagikan pengalaman serta pengetahuan mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan produk digital modern. Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai proses desain yang berorientasi pada pengguna, pentingnya kolaborasi dalam pengembangan produk digital, penerapan design system, serta bagaimana UX berperan dalam menciptakan solusi digital yang lebih efektif dan relevan.

Tidak hanya membahas konsep dasar, sesi kuliah tamu ini juga memberikan gambaran nyata mengenai praktik kerja seorang UI/UX Designer di industri. Mahasiswa diajak memahami bahwa proses desain tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga pada bagaimana sebuah produk dapat memberikan pengalaman yang nyaman, mudah digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan pengguna secara optimal. Pemahaman ini menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital yang menuntut perusahaan untuk menghadirkan produk dan layanan yang berpusat pada pengguna.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya riset pengguna dalam proses pengembangan produk digital. Melalui pendekatan user-centered design, sebuah produk dapat dirancang berdasarkan kebutuhan, perilaku, dan ekspektasi pengguna sehingga menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran. Narasumber juga menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai tim, seperti designer, developer, product manager, dan stakeholder lainnya, menjadi faktor penting dalam menciptakan produk digital yang sukses.

Pembahasan mengenai design system turut menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peserta. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep standarisasi desain yang digunakan untuk menjaga konsistensi antarmuka dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengembangan produk. Pengetahuan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan teknologi skala besar mengelola desain produk mereka secara terstruktur dan berkelanjutan.

Antusiasme mahasiswa terlihat melalui berbagai pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Kesempatan untuk berdialog langsung dengan praktisi industri memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami tantangan, peluang, serta perkembangan terkini di bidang UI/UX dan product design.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas perspektif dan meningkatkan pemahaman praktis mengenai dunia desain dan pengalaman pengguna secara profesional. Kuliah tamu ini juga menjadi sarana untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ekosistem digital di masa depan.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, Program Studi S1 Bisnis Digital akan terus mendorong terselenggaranya berbagai kegiatan akademik yang melibatkan praktisi dan profesional dari berbagai bidang. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang dapat mendukung pengembangan kompetensi dan kesiapan karier mereka di era digital.

Categories
Berita

Sukses Digelar! CJSLS 2026 di Telkom University Purwokerto Lahirkan Ratusan Calon Pemimpin Muda Jawa Tengah

PURWOKERTO – Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi pemimpin unggul, Telkom University Purwokerto menggelar acara Central Java Student Leader Summit (CJSLS) 2026. Acara ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat langsung di kawasan Kampus Telkom University Purwokerto, dengan mengusung tema Resilience for Golden Generation 2045. CJSLS 2026 dirancang menjadi wadah kolaborasi, pengembangan kepemimpinan, dan perluasan wawasan bagi 300 pelajar pilihan tingkat SMA/MA/SMK di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Menghadirkan Inspirasi Bersama Sadam Permana

Salah satu daya tarik utama dalam puncak acara ini adalah sesi Talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber inspiratif, Sadam Permana (@sadampermawa.w). Peserta akan mendapatkan tips dan trik seputar strategi karier serta pengembangan diri langsung dari pakarnya.

Pengalaman Kuliah dalam Sehari

Tak hanya sekadar seminar, CJSLS 2026 menawarkan pengalaman mendalam melalui berbagai rangkaian kegiatan menarik, di antaranya:

  • Trial Class 14 Program Studi: Peserta dapat merasakan simulasi perkuliahan secara langsung sesuai minat masing-masing.
  • Campus Innovation Expo: Pameran inovasi yang memperkenalkan ekosistem akademik dan kreativitas mahasiswa.
  • Tel-U Explore: Sesi campus tour untuk melihat fasilitas unggulan yang mendukung proses belajar mengajar.
Mempererat Kolaborasi Antar Pelajar

Selain aspek akademik, CJSLS 2026 sukses menjadi jembatan silaturahmi bagi para pemimpin organisasi kesiswaan di Jawa Tengah. Melalui komunitas yang terbentuk, diharapkan muncul sinergi positif yang berkelanjutan antar sekolah.

Penutupan yang Meriah

Keseruan acara ditutup dengan penampilan enerjik dari Band Flo dan Arcelis, serta pembagian berbagai doorprize menarik bagi peserta yang aktif. Seluruh peserta juga pulang dengan membawa bekal berharga berupa ilmu, sertifikat, serta voucher potongan biaya pendaftaran mahasiswa baru sebagai bentuk apresiasi dari kampus. Dengan berakhirnya CJSLS 2026, Telkom University Purwokerto berharap semangat “Resilience” yang digaungkan dapat terus tumbuh dalam diri para peserta demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Sampai jumpa di Central Java Student Leader Summit tahun depan!👋🏼

Categories
Berita Kunjungan

Perkuat Mutu Akademik, Prodi S1 Bisnis Digital Telkom Purwokerto Hadiri Sosialisasi LAMEMBA di FEB Undip

Semarang, 28 April 2026 – Dalam rangka memperkuat mutu dan tata kelola program studi, delegasi dari Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Kampus Kabupaten Banyumas menghadiri kegiatan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Unggul (IAU) LAMEMBA dan pengenalan LAMEMBA Development Centre.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh APBISDI bekerja sama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro ini menjadi wadah bagi pengelola program studi untuk mendalami standar akreditasi terbaru. Mewakili Telkom Purwokerto, hadir Bapak Muhammad Eka Purbaya, S.T., M.Eng (Ketua Program Studi) dan Ibu Yesy Diah Rosita, S.Kom., M.Kom. (Kepala Urusan Penjaminan Mutu dan Performansi).

Pihak program studi menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Mery Citra Sondari, S.E., M.Si selaku Ketua Umum APBISDI atas terselenggaranya kegiatan ini, serta apresiasi kepada Ibu Prof. Dr. Ina Primiana, S.E., M.T. yang telah memberikan materi dan insight berharga sebagai narasumber. Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Nurvita Trianasari, selaku Kaprodi Bisnis Digital Telkom University Bandung, untuk berdiskusi bersama mengenai tantangan kurikulum ke depan.

Beberapa poin pembahasan penting dalam kegiatan ini meliputi:

  • Sosialisasi Instrumen Akreditasi Unggul (IAU) LAMEMBA.
  • Pengenalan peran LAMEMBA Development Centre.
  • Penguatan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Perguruan Tinggi.
  • Sharing session kurikulum OBE (Outcome Based Education).
  • Kolaborasi pengurus wilayah APBISDI.BA-SOSIALISASI-APBISDI.

Keikutsertaan prodi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya referensi serta kesiapan institusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan akreditasi Program Studi Bisnis Digital di lingkungan Universitas Telkom.

Categories
Berita Kunjungan

Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah, Prodi S1 Bisnis Digital Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO – Dalam upaya mewujudkan transformasi ekonomi digital yang inklusif di wilayah Banyumas, jajaran dosen Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto melaksanakan kunjungan audiensi ke Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas pada Kamis (23/04).

Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor dinas terkait ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital, M. Eka Purbaya, S.T., M.Eng., didampingi oleh tim dosen prodi yakni Ibu Kurnia, Silvia, dan Yosita Dwiani. Kehadiran tim disambut langsung oleh Sekretaris Dinas (Pak Sekdin) beserta jajaran perwakilan dinas.

Fokus pada Digitalisasi dan Transparansi

Audiensi ini secara khusus membahas tantangan besar yang dihadapi sektor koperasi, UMKM, dan perdagangan di Banyumas. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa keterbatasan infrastruktur digital dan kapasitas SDM masih menjadi hambatan utama dalam pengawasan keuangan koperasi serta pengembangan pasar UMKM.

“Dinas membutuhkan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing. Kami melihat peluang besar bagi perguruan tinggi untuk hadir memberikan pendampingan teknis yang berkelanjutan,” ungkap pihak Dinas dalam sesi diskusi.

Poin Kolaborasi Strategis

Menanggapi kebutuhan tersebut, Prodi S1 Bisnis Digital menawarkan berbagai solusi strategis yang akan diintegrasikan melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat, di antaranya:

  • Transformasi Digital Koperasi: Pengembangan sistem digital terintegrasi untuk pelaporan keuangan guna meminimalisir risiko fraud dan penerapan Early Warning System (EWS) untuk monitoring kesehatan koperasi.
  • Akses Pasar Global: Pembuatan website katalog produk ekspor yang representatif dan bilingual (dua bahasa) untuk memperluas jangkauan pasar UMKM Banyumas ke kancah internasional.
  • Inovasi Perdagangan: Pengembangan sistem mapping pasar berbasis data real-time yang terintegrasi dengan teknologi Google Street View untuk efisiensi pemetaan sektor perdagangan.
  • Penguatan SDM: Penyelarasan program KKN dan magang mahasiswa yang difokuskan pada pendampingan operasional digital bagi pelaku usaha lokal.
Langkah Nyata ke Depan

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang signifikan untuk penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, diharapkan sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Banyumas dapat naik kelas melalui implementasi teknologi digital yang tepat guna.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto dalam mendukung program Riset Unggulan Daerah (RUD) Banyumas 2026 serta memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Categories
Artikel

Mata Uang Rupiah Semakin Loyo, Apakah Kita Harus Panik?

Purwokerto, 31 Maret 2026

Mata Uang Indonesia terus melemah secara signifikan hingga akhir maret 2026. kurs mata uang Indonesia menurun mendekati 17.000 IDR per Dolar Amerika yang mana kondisi ini menjadi perhatian publik bagi para pelaku industri . Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai stabilitas harga barang impor dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global yang semakin memanas. Kewaspadaan juga berlaku sebelum rilis utama domestik, termasuk data inflasi pada bulan Maret dan angka perdagangan. Inflasi utama naik menjadi 4,76% pertahun pada bulan Februari, yang mana ini melebihi batas target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) yaitu sekitar 1,5% hingga 3,5%.

Mengapa Mata Uang Rupiah Terus Melemah?

Pelemahan mata uang ini disebabkan oleh berbagai faktor yang cukup kompleks, beberapa diantaranya:

  1. Eskalasi Geopolitik Timur Tengah: Ketegangan geopolitik Timur Tengah, tekrhususnya negara penghasil minyak besar dan titik jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, membuat pasar komoditas global terasa tidak stabil. Ketika konflik semakin memanas, kemungkinan terganggunya stok minyak mentah juga ikut meningkat. sebagai negara yang masih bergantung pada minyak impor (net importer), naiknya harga minyak global dapat memberikan tekanan berlebih bagi Indonesia. biaya subsidi energi dalam anggaran negara semakin besar dan kebutuhan untuk menghabiskan dolar AS untuk membayar impor minyak juga meningkat secara signifikan. Disaat situasi tersebut, para investor biasanya mencari perlindungan dengan melakukan aksi flight to quality, yaitu menarik dana mereka dari pasar negara berkembang seperti Indonesia, lalu mengalirkannya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti Dolar AS dan emas. Akibatnya permintaan terhadap Mata Uang Dolar AS yang meningkat, sehingga menyebabkan nilai tukar Rupiah menurun.

  2. Kebijakan Moneter “The Fed“: Ketidakpastian arah suku bunga bank sentral AS di tengah transisi kepemimpinan dan data inflasi AS yang masih tinggi memaksa Dolar tetap perkasa di pasar global. Kebijakan Moneter yang diambil dari Bank Sentral Amerika Serikat yaitu Federal Reserve. Federal Resesrve ini memiliki peran penting karena Dolar AS berfungsi sebagai mata uang cadangan utama di seluruh dunia. Saat ini, The Fed sedang menghadapi masalah inflasi di Amerika Serikat yang belum bisa turun ke target 2%, sehingga mereka terpaksa mempertahankan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu yang lama disebut dengan fenomena higher for longer. Suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investasi dalam bentuk aset seperti dolar seperti obligasi pemerintah AS yang sangat menarik bagi investor dari seluruh dunia karena menawarkan keuntungan yang besar dengan risiko yang sangat minim. Hal ini dapat menyebabkan uang modal keluar pasar dari keuangan Indonesia. karena perbedaan tingkat bunga antara Rupiah dan Dolar yang semakin jauh, sehingga keuntungan investasi dalam negeri semakin berkurang di mata investor asing.

  3. Sentimen Regional: Mayoritas mata uang Asia juga mengalami tekanan serupa, menunjukkan bahwa penguatan Dolar AS bersifat masif terhadap banyak mata uang dunia, bukan hanya Rupiah. Pelemahan nilai tukar Rupiah tidak terjadi secara langsung, melainkan merupakan bagian dari trend pelemahan mata uang kawasan Asia terhadap kekuatan Dolar AS yang signifikan. Faktor regional seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok-yang merupakan mitra dagang utama bagi banyak negara asia, termasuk Indonesia-memicu ketidakpastian dan memperkeruh suasana pasar di kawasan tersebut. Ketika perekonomian Tiongkok mengalami perlambatan, permintaan terhadap barang ekspor dari negara-negara tetangganya juga ikut menurun. Pada akhirnya menyebabkan penurunan pasokan valuta asing di pasar regional. Karena mata uang Asia seperti Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan Won Korea Selatan juga mengalami penurunan nilai, Rupiah ikut terseret oleh sentimen negatif tersebut. Investor internasional seringkali memandang pasar negara berkembang sebagai satu kesatuan aset yang memiliki risiko, sehingga ketika suasana pasar di kawasan Asia kian memburuk. Melemahnya nilai tukar mata uang menjadi hal yang mengenai berbagai negara, termasuk Rupiah, yang sulit untuk dihindari secara individu,

Dampak Apa yang Dirasakan?

Jika Kurs tidak menurun dan tetap tembus dalam jangka panjang, beberapa sektor akan terkena dampak secara langsung:

  1. Kenaikan Harga Pangan (Imported Inflation): Komoditas seperti daging, telur, dan susu yang masih bergantung pada impor dapat berpotensi mengalami kenaikan harga. Fenomena ini terjadi ketika Rupiah mengalami penurunan otomatis menyebabkan harga barang asing menjadi lebih tinggi ketika diubah kedalam mata uang lokal. dalam sektor pangan, Indonesia masih bergantung pada impor beberapa komoditas seperti gandum yang digunakan untuk membuat mie dan roti, kedelai yang digunakan untuk membuat tahu dan tempe, serta daging sapi dan produk olahan susu. Hal ini menyebabkan harga yang diterima oleh konsumen sangat bergantung pada nilai kurs mata uang. Ketika nilai tukar Rupiah mencapai tingkat psikologis tertentu dalam jangka yang cukup lama, biaya bahan baku tersebut meningkat drastis bagi para pengimpor. Akibatnya, masyarakat akan mengalami dampak langsung berupa penurunan minat untuk membeli karena jumlah uang yang digunakan untuk kebutuhan pokok  meningkat. Jika tidak dikontrol dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kenaikan pada tingkat inflasi nasional.

  2. Beban Industri Manufaktur: Industri yang menggunakan bahan baku impor harus menghadapi kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya dapat dibebankan kepada konsumen. Industri manufaktur di Indonesia masih sangat ketergantungan pada bahan baku, komponen perantara, serta mesin produksi yang diimpor terus menerus memaksa para pelaku industri untuk menghadapi inflasi produksi yang besar, karena kontrak pembelian umumnya menggunakan dolar AS. Kondisi ini membuat para pelaku usaha merasa kesulitan yang diantaranya harus menanggung beban biaya tersebut yang berpotensi mengurangi keuntungan, atau menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Jika pilihan kedua dipilih, maka harga barang seperti elektronik, mobil, hingga barang kebutuhan sehari-hari akan naik secara perlahan, yang akhirnya bisa memperhambat pertumbuhan industri dalam negeri karena permintaan pasar semakin turun.

  3. Tekanan pada APBN: Fluktuasi kurs berpengaruh pada beban pembayaran hutang luar negeri dan subsidi energi jika harga minyak dunia terus melambung. Penurunan nilai tukar Rupiah dapat memberikan tekanan ganda terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban biaya bunga dan pokok utang luar negeri pemerintah akan naik secara otomatis, karena jumlah Rupiah yang harus digunakan untuk membeli Dolar akan semakin meningkat. Jika penurunan nilai tukar rupiah ini terjadi bersamaan dengan naiknya harga minyak dunia, maka beban subsidi energi terutama untuk bahan bakar minyak dan listrik akan meningkat secara tajam melebihi asumsi makro yang telah ditentukan sebelumnya. Ruang fiskal pemerintah semakin terbatas karena dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan sosial, kini dipakai untuk menutup defisit nilai tukar dan subsidi. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada stabilitas perekonomian nasional.

Apa Yang harus dilakukan?

Di tengah kenaikan ini, kita dihimbau untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dengan meningkatkan penggunaan produk lokal, agar membantu memperkuat perekonomian negara. Beberapa langkah diantaranya bisa dimulai dari memantau secara rutin harga barang-barang kebutuhan pokok dan elektronik, karena sektor tersebut sangat rentan terkena dampak dari fluktuasi kurs mata uang yang terjadi saat ini

Categories
Artikel

IHSG Ambles 2,8% di Awal Maret: Antara “Panic Selling” dan Strategi “Serok Bawah” Investor Ritel

Purwokerto, 04 Maret 2026

IHSG mengawali bulan Maret 2026 dengan tekanan jual masif yang mengguncang kepercayaan pasar. Hanya dalam satu sesi perdagangan, indeks terjun ke level 7.717,44 setelah kehilangan lebih dari 222 poin, sebuah reduksi tajam yang menghapus optimisme pelaku pasar di awal kuartal ini. Hal yang paling mencolok dan patut diwaspadai adalah lonjakan volume transaksi yang menembus angka 283.800,09k, yang mana ini jauh melampaui rata-rata harian normal. Fenomena ini memberikan tanda bahwa penurunan kali ini bukan hanya sekedar koreksi teknis yang bersifat sementara, melainkan indikasi adanya aksi jual serentak yang dipicu oleh kepanikan kolektif.

Kondisi ini tercermin jelas dalam ramainya diskusi di berbagai platform komunitas investasi, di mana narasi ketidakpastian mulai mendominasi. Sebagian investor ritel memilih untuk melakukan kapitulasi atau “izin off dari pasar, sebuah langkah defensif untuk menghindari tekanan psikologis akibat melihat portofolio yang memerah. Di sisi lain, tingginya volume perdagangan di tengah kejatuhan harga ini juga memicu spekulasi mengenai pergerakan “bandar” atau institusi besar yang dianggap memperkeruh suasana melalui aksi panic selling. Bagi sebagian trader yang lebih agresif, momen kejatuhan ini justru menjadi ajang perburuan titik support baru untuk melakukan akumulasi beli atau “serok bawah”, meskipun resiko falling knife masih mengintai tajam. Gejolak ini menegaskan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase transisi emosional yang berat, di mana fundamental perusahaan seolah terpinggirkan oleh sentimen makro dan ketakutan akan ketidakpastian masa depan.

Apa itu IHSG?

Secara sederhana, IHSG adalah angka statistik yang mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika harga mayoritas saham di bursa naik, maka angka IHSG akan bergerak naik (menguat/hijau). Sebaliknya, jika harga mayoritas saham turun, angka IHSG akan bergerak turun (melemah/merah).

Fungsi Utama IHSG
  • Indikator Kesehatan Ekonomi: Menjadi cermin kondisi ekonomi makro suatu negara di mata investor.
  • Barometer Pasar Modal: Alat ukur untuk melihat apakah pasar saham sedang dalam tren naik (bullish) atau turun (bearish).
  • Benchmark Portofolio: Investor menggunakan IHSG untuk membandingkan kinerja investasi mereka dengan rata-rata pasar.

Membedah Psikologi Investor Ritel di Komunitas Digital

Berdasarkan pantauan di Stream Stockbit, respon investor ritel dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar:

  1. Kelompok “Izin Off” (Kapitulasi): Banyak investor ritel yang memilih untuk berhenti memantau portofolio sementara waktu. Sentimen seperti “izin off dulu ketua, kembali lagi kalau market sudah ke 8000” menunjukkan adanya kelelahan psikologis setelah melihat penurunan tajam yang menembus level psikologis 8.000.
  2. Kelompok Spekulan & Pemburu Support: Meski market merah membara, sebagian trader justru sibuk mencari titik support baru. Istilah “nyerok” (membeli di harga rendah) mulai bermunculan, terutama pada saham-saham yang dianggap sudah oversold atau jenuh jual.
  3. Narasi “Bandar” dan FOMO: Terjadi perdebatan mengenai peran “Bandar” atau institusi besar dalam kejatuhan ini. Ada kecurigaan bahwa ritel terjebak dalam kepanikan (panic selling) yang justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Faktor Pemicu dan Isu Makro

Sentimen yang berkembang di kolom komentar komunitas investasi saat ini mulai bergeser dari sekadar keluhan teknis menuju isu-isu yang lebih sensitif dan bersifat struktural. Para investor tidak hanya mengkhawatirkan fluktuasi harian, tetapi juga mulai melontarkan spekulasi liar mengenai stabilitas ekonomi jangka panjang, bahkan menyinggung narasi proyeksi ekonomi 2030 yang penuh ketidakpastian.

Ketidakpastian arah politik domestik, ditambah dengan rilis data ekonomi di awal Maret yang tidak sesuai ekspektasi pasar, seolah menjadi bensin yang menyambar bara di lantai bursa. Kondisi ini menciptakan efek domino; di mana kecemasan akan keberlanjutan kebijakan ekonomi nasional bercampur dengan sentimen global yang sedang tidak menentu. Bagi investor ritel, riuhnya spekulasi ini menjadi beban psikologis tambahan yang memicu perilaku irasional. Alih-alih melihat fundamental perusahaan, pasar saat ini lebih banyak digerakkan oleh ketakutan kolektif bahwa guncangan hari ini adalah ‘pintu masuk‘ bagi fase perlambatan ekonomi yang lebih panjang. Narasi mengenai perlunya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas nilai tukar pun menjadi topik hangat yang kerap muncul di tengah perdebatan mengenai apakah tren penurunan ini akan berlanjut atau segera menemui titik balik.

Strategi Menghadapi Koreksi Tajam

Bagi investor ritel, situasi ini menjadi ujian bagi rencana investasi (trading plan):

  • Evaluasi Volume: Volume yang tinggi saat harga turun adalah sinyal bearish yang kuat. Investor disarankan tidak terburu-buru “serok” sebelum ada tanda-tanda akumulasi kembali.
  • Manajemen Kas: Di saat market tidak menentu, memegang cash (tunai) seringkali menjadi posisi terbaik.
  • Fokus pada Saham Defensif: Mengamati saham-saham yang tetap hijau atau bertahan saat indeks merah (seperti diskusi mengenai RMKO atau ENRG) bisa menjadi peluang untuk strategi divergence.
Kesimpulan:

Koreksi IHSG sebesar 2,8% hari ini mencerminkan tingginya volatilitas di pasar modal Indonesia pada awal 2026. Respon ritel yang campur aduk antara panik dan oportunis menunjukkan pentingnya edukasi mengenai manajemen risiko agar tidak terjebak dalam arus emosi pasar.

Program Studi S1 Bisnis Digital Telkom
University Purwokerto

Jam Kerja dan Lokasi​

Copyright ©2026. All Rights Reserved By Telkom University

Secret Link