Categories
Berita Event

Wujudkan Visi “Entrepreneurial University”, UKM HIPMI PT Telkom Purwokerto Sukses Gelar Market Day 4.0

PURWOKERTO – Sebagai langkah nyata dalam mendukung visi kampus sebagai pencetak wirausaha masa depan (Entrepreneurial University), Unit Kegiatan Mahasiswa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (UKM HIPMI PT) Telkom Purwokerto sukses menyelenggarakan gelaran festival kewirausahaan tahunan bertajuk Market Day 4.0 – Impactful & Sustainability Enterpreneurship. Acara ini dilaksanakan dengan meriah pada hari Rabu, 2 Juni 2026, bertempat di parkiran gedung DSP.

Bukan sekadar ajang pameran biasa, Market Day 4.0 merupakan wadah implementasi praktis sekaligus menjadi salah satu syarat utama kelulusan dalam mata kuliah wajib universitas, yaitu Kewirausahaan (KWU). Berdasarkan landasan akademik kampus, Mata Kuliah Kewirausahaan diwajibkan untuk membekali seluruh mahasiswa dengan nilai-nilai kemandirian yang fundamental. Melalui momentum ini, nilai kemandirian tersebut ditanamkan secara mendalam agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, melainkan juga mampu membaca peluang, mengelola risiko, dan mengeksekusi ide bisnis mereka di pasar riil.

“Mata Kuliah Kewirausahaan merupakan Mata Kuliah Wajib yang membekali mahasiswanya dengan nilai kemandirian. Nilai-nilai ini diharapkan tertanam dalam diri mahasiswa sehingga mendukung Telkom University Purwokerto dalam mewujudkan visinya sebagai Entrepreneurial University.”


Keseruan & Ragam Aktivitas Unggulan di Market Day 4.0

Acara Market Day 4.0 tahun ini dikonseptualisasikan secara modern dan interaktif dengan menghadirkan beragam zona aktivitas menarik yang berhasil memikat antusiasme ratusan pengunjung. Berikut adalah beberapa daya tarik pada rangkaian acara Market Day 4.0:

  1. Produk Unik & Kreatif: Pameran produk inovatif non-kuliner hasil karya orisinal mahasiswa yang menggabungkan aspek fungsionalitas, kreativitas, dan solusi teknologi tepat guna.

  2. Kuliner Kekinian: Surganya bagi para pencinta komoditas kuliner dengan hadirnya stan jajanan dan minuman hitz yang mengedepankan keunikan rasa (fusion food) serta visual kemasan yang menarik perhatian pasar generasi muda.

  3. Talkshow Inspiratif: Sesi diskusi interaktif yang menghadirkan praktisi bisnis berpengalaman untuk membagikan wawasan (insight), strategi bertahan di era digital, serta tips menumbuhkan mentalitas entrepreneur yang tangguh bagi pemula.

  4. Games Seru: Berbagai mini-games interaktif yang tersebar di area acara untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi para pengunjung.

  5. Spot Foto Aesthetic: Instalasi visual dekoratif yang ramah media sosial (Instagramable), memfasilitasi pengunjung untuk mengabadikan momen sekaligus mendorong promosi organik secara digital.

  6. Doorprize Menarik: Apresiasi bagi pengunjung yang aktif berpartisipasi dan bertransaksi di stan-stan mahasiswa berupa pembagian hadiah kejutan di penghujung acara.

Menumbuhkan Jiwa Mandiri, Menyongsong Masa Depan bisnis

Melalui kolaborasi antara kurikulum akademik Mata Kuliah Kewirausahaan dan manajemen acara oleh UKM HIPMI PT Telkom Purwokerto, mahasiswa ditantang untuk mengasah kemampuan soft skill penting seperti kerja sama tim (teamwork), kepemimpinan (leadership), negosiasi, pelayanan pelanggan, hingga manajemen keuangan dasar. Dengan suksesnya acara Market Day 4.0 ini, nilai-nilai kemandirian diharapkan melekat kuat di dalam diri setiap mahasiswa, mendorong iklim akademis yang inovatif, serta mempercepat langkah Telkom University Purwokerto dalam mencetak lulusan mandiri yang siap menjadi penggerak ekonomi bangsa melalui jalur wirausaha.

Categories
Berita Pelatihan

Menjelajahi Dunia UI/UX Bersama Praktisi Industri: Kuliah Tamu Design and User Experience dalam Program International Class

PURWOKERTO Program Studi S1 Bisnis Digital telah sukses melaksanakan kuliah tamu mata kuliah Design and User Experience sebagai bagian dari program International Class. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Program Studi Bisnis Digital dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dengan melibatkan praktisi profesional dari industri digital.

Kegiatan ini menghadirkan Budi Aji Purnomo, seorang UI/UX Designer dan Product Design Enthusiast dari perusahaan multinasional asal Jepang, Nomura Research Institute Indonesia, sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Bisdig Angkatan 2023 dan dimoderatori oleh Ariq Cahya Wardhana, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pengampu mata kuliah Design and User Experience.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, narasumber membagikan pengalaman serta pengetahuan mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan produk digital modern. Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai proses desain yang berorientasi pada pengguna, pentingnya kolaborasi dalam pengembangan produk digital, penerapan design system, serta bagaimana UX berperan dalam menciptakan solusi digital yang lebih efektif dan relevan.

Tidak hanya membahas konsep dasar, sesi kuliah tamu ini juga memberikan gambaran nyata mengenai praktik kerja seorang UI/UX Designer di industri. Mahasiswa diajak memahami bahwa proses desain tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga pada bagaimana sebuah produk dapat memberikan pengalaman yang nyaman, mudah digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan pengguna secara optimal. Pemahaman ini menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital yang menuntut perusahaan untuk menghadirkan produk dan layanan yang berpusat pada pengguna.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya riset pengguna dalam proses pengembangan produk digital. Melalui pendekatan user-centered design, sebuah produk dapat dirancang berdasarkan kebutuhan, perilaku, dan ekspektasi pengguna sehingga menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran. Narasumber juga menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai tim, seperti designer, developer, product manager, dan stakeholder lainnya, menjadi faktor penting dalam menciptakan produk digital yang sukses.

Pembahasan mengenai design system turut menjadi salah satu topik yang menarik perhatian peserta. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep standarisasi desain yang digunakan untuk menjaga konsistensi antarmuka dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengembangan produk. Pengetahuan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan teknologi skala besar mengelola desain produk mereka secara terstruktur dan berkelanjutan.

Antusiasme mahasiswa terlihat melalui berbagai pertanyaan dan diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Kesempatan untuk berdialog langsung dengan praktisi industri memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami tantangan, peluang, serta perkembangan terkini di bidang UI/UX dan product design.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas perspektif dan meningkatkan pemahaman praktis mengenai dunia desain dan pengalaman pengguna secara profesional. Kuliah tamu ini juga menjadi sarana untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ekosistem digital di masa depan.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, Program Studi S1 Bisnis Digital akan terus mendorong terselenggaranya berbagai kegiatan akademik yang melibatkan praktisi dan profesional dari berbagai bidang. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang dapat mendukung pengembangan kompetensi dan kesiapan karier mereka di era digital.

Categories
Berita

Sukses Digelar! CJSLS 2026 di Telkom University Purwokerto Lahirkan Ratusan Calon Pemimpin Muda Jawa Tengah

PURWOKERTO – Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi pemimpin unggul, Telkom University Purwokerto menggelar acara Central Java Student Leader Summit (CJSLS) 2026. Acara ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat langsung di kawasan Kampus Telkom University Purwokerto, dengan mengusung tema Resilience for Golden Generation 2045. CJSLS 2026 dirancang menjadi wadah kolaborasi, pengembangan kepemimpinan, dan perluasan wawasan bagi 300 pelajar pilihan tingkat SMA/MA/SMK di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Menghadirkan Inspirasi Bersama Sadam Permana

Salah satu daya tarik utama dalam puncak acara ini adalah sesi Talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber inspiratif, Sadam Permana (@sadampermawa.w). Peserta akan mendapatkan tips dan trik seputar strategi karier serta pengembangan diri langsung dari pakarnya.

Pengalaman Kuliah dalam Sehari

Tak hanya sekadar seminar, CJSLS 2026 menawarkan pengalaman mendalam melalui berbagai rangkaian kegiatan menarik, di antaranya:

  • Trial Class 14 Program Studi: Peserta dapat merasakan simulasi perkuliahan secara langsung sesuai minat masing-masing.
  • Campus Innovation Expo: Pameran inovasi yang memperkenalkan ekosistem akademik dan kreativitas mahasiswa.
  • Tel-U Explore: Sesi campus tour untuk melihat fasilitas unggulan yang mendukung proses belajar mengajar.
Mempererat Kolaborasi Antar Pelajar

Selain aspek akademik, CJSLS 2026 sukses menjadi jembatan silaturahmi bagi para pemimpin organisasi kesiswaan di Jawa Tengah. Melalui komunitas yang terbentuk, diharapkan muncul sinergi positif yang berkelanjutan antar sekolah.

Penutupan yang Meriah

Keseruan acara ditutup dengan penampilan enerjik dari Band Flo dan Arcelis, serta pembagian berbagai doorprize menarik bagi peserta yang aktif. Seluruh peserta juga pulang dengan membawa bekal berharga berupa ilmu, sertifikat, serta voucher potongan biaya pendaftaran mahasiswa baru sebagai bentuk apresiasi dari kampus. Dengan berakhirnya CJSLS 2026, Telkom University Purwokerto berharap semangat “Resilience” yang digaungkan dapat terus tumbuh dalam diri para peserta demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Sampai jumpa di Central Java Student Leader Summit tahun depan!👋🏼

Categories
Berita Kunjungan

Perkuat Mutu Akademik, Prodi S1 Bisnis Digital Telkom Purwokerto Hadiri Sosialisasi LAMEMBA di FEB Undip

Semarang, 28 April 2026 – Dalam rangka memperkuat mutu dan tata kelola program studi, delegasi dari Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Kampus Kabupaten Banyumas menghadiri kegiatan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Unggul (IAU) LAMEMBA dan pengenalan LAMEMBA Development Centre.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh APBISDI bekerja sama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro ini menjadi wadah bagi pengelola program studi untuk mendalami standar akreditasi terbaru. Mewakili Telkom Purwokerto, hadir Bapak Muhammad Eka Purbaya, S.T., M.Eng (Ketua Program Studi) dan Ibu Yesy Diah Rosita, S.Kom., M.Kom. (Kepala Urusan Penjaminan Mutu dan Performansi).

Pihak program studi menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Mery Citra Sondari, S.E., M.Si selaku Ketua Umum APBISDI atas terselenggaranya kegiatan ini, serta apresiasi kepada Ibu Prof. Dr. Ina Primiana, S.E., M.T. yang telah memberikan materi dan insight berharga sebagai narasumber. Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Nurvita Trianasari, selaku Kaprodi Bisnis Digital Telkom University Bandung, untuk berdiskusi bersama mengenai tantangan kurikulum ke depan.

Beberapa poin pembahasan penting dalam kegiatan ini meliputi:

  • Sosialisasi Instrumen Akreditasi Unggul (IAU) LAMEMBA.
  • Pengenalan peran LAMEMBA Development Centre.
  • Penguatan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Perguruan Tinggi.
  • Sharing session kurikulum OBE (Outcome Based Education).
  • Kolaborasi pengurus wilayah APBISDI.BA-SOSIALISASI-APBISDI.

Keikutsertaan prodi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya referensi serta kesiapan institusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan akreditasi Program Studi Bisnis Digital di lingkungan Universitas Telkom.

Categories
Berita Kunjungan

Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah, Prodi S1 Bisnis Digital Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO – Dalam upaya mewujudkan transformasi ekonomi digital yang inklusif di wilayah Banyumas, jajaran dosen Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto melaksanakan kunjungan audiensi ke Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas pada Kamis (23/04).

Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor dinas terkait ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital, M. Eka Purbaya, S.T., M.Eng., didampingi oleh tim dosen prodi yakni Ibu Kurnia, Silvia, dan Yosita Dwiani. Kehadiran tim disambut langsung oleh Sekretaris Dinas (Pak Sekdin) beserta jajaran perwakilan dinas.

Fokus pada Digitalisasi dan Transparansi

Audiensi ini secara khusus membahas tantangan besar yang dihadapi sektor koperasi, UMKM, dan perdagangan di Banyumas. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa keterbatasan infrastruktur digital dan kapasitas SDM masih menjadi hambatan utama dalam pengawasan keuangan koperasi serta pengembangan pasar UMKM.

“Dinas membutuhkan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing. Kami melihat peluang besar bagi perguruan tinggi untuk hadir memberikan pendampingan teknis yang berkelanjutan,” ungkap pihak Dinas dalam sesi diskusi.

Poin Kolaborasi Strategis

Menanggapi kebutuhan tersebut, Prodi S1 Bisnis Digital menawarkan berbagai solusi strategis yang akan diintegrasikan melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat, di antaranya:

  • Transformasi Digital Koperasi: Pengembangan sistem digital terintegrasi untuk pelaporan keuangan guna meminimalisir risiko fraud dan penerapan Early Warning System (EWS) untuk monitoring kesehatan koperasi.
  • Akses Pasar Global: Pembuatan website katalog produk ekspor yang representatif dan bilingual (dua bahasa) untuk memperluas jangkauan pasar UMKM Banyumas ke kancah internasional.
  • Inovasi Perdagangan: Pengembangan sistem mapping pasar berbasis data real-time yang terintegrasi dengan teknologi Google Street View untuk efisiensi pemetaan sektor perdagangan.
  • Penguatan SDM: Penyelarasan program KKN dan magang mahasiswa yang difokuskan pada pendampingan operasional digital bagi pelaku usaha lokal.
Langkah Nyata ke Depan

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang signifikan untuk penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, diharapkan sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Banyumas dapat naik kelas melalui implementasi teknologi digital yang tepat guna.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Telkom Purwokerto dalam mendukung program Riset Unggulan Daerah (RUD) Banyumas 2026 serta memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Categories
Artikel

Mata Uang Rupiah Semakin Loyo, Apakah Kita Harus Panik?

Purwokerto, 31 Maret 2026

Mata Uang Indonesia terus melemah secara signifikan hingga akhir maret 2026. kurs mata uang Indonesia menurun mendekati 17.000 IDR per Dolar Amerika yang mana kondisi ini menjadi perhatian publik bagi para pelaku industri . Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai stabilitas harga barang impor dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global yang semakin memanas. Kewaspadaan juga berlaku sebelum rilis utama domestik, termasuk data inflasi pada bulan Maret dan angka perdagangan. Inflasi utama naik menjadi 4,76% pertahun pada bulan Februari, yang mana ini melebihi batas target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) yaitu sekitar 1,5% hingga 3,5%.

Mengapa Mata Uang Rupiah Terus Melemah?

Pelemahan mata uang ini disebabkan oleh berbagai faktor yang cukup kompleks, beberapa diantaranya:

  1. Eskalasi Geopolitik Timur Tengah: Ketegangan geopolitik Timur Tengah, tekrhususnya negara penghasil minyak besar dan titik jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, membuat pasar komoditas global terasa tidak stabil. Ketika konflik semakin memanas, kemungkinan terganggunya stok minyak mentah juga ikut meningkat. sebagai negara yang masih bergantung pada minyak impor (net importer), naiknya harga minyak global dapat memberikan tekanan berlebih bagi Indonesia. biaya subsidi energi dalam anggaran negara semakin besar dan kebutuhan untuk menghabiskan dolar AS untuk membayar impor minyak juga meningkat secara signifikan. Disaat situasi tersebut, para investor biasanya mencari perlindungan dengan melakukan aksi flight to quality, yaitu menarik dana mereka dari pasar negara berkembang seperti Indonesia, lalu mengalirkannya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti Dolar AS dan emas. Akibatnya permintaan terhadap Mata Uang Dolar AS yang meningkat, sehingga menyebabkan nilai tukar Rupiah menurun.

  2. Kebijakan Moneter “The Fed“: Ketidakpastian arah suku bunga bank sentral AS di tengah transisi kepemimpinan dan data inflasi AS yang masih tinggi memaksa Dolar tetap perkasa di pasar global. Kebijakan Moneter yang diambil dari Bank Sentral Amerika Serikat yaitu Federal Reserve. Federal Resesrve ini memiliki peran penting karena Dolar AS berfungsi sebagai mata uang cadangan utama di seluruh dunia. Saat ini, The Fed sedang menghadapi masalah inflasi di Amerika Serikat yang belum bisa turun ke target 2%, sehingga mereka terpaksa mempertahankan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu yang lama disebut dengan fenomena higher for longer. Suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investasi dalam bentuk aset seperti dolar seperti obligasi pemerintah AS yang sangat menarik bagi investor dari seluruh dunia karena menawarkan keuntungan yang besar dengan risiko yang sangat minim. Hal ini dapat menyebabkan uang modal keluar pasar dari keuangan Indonesia. karena perbedaan tingkat bunga antara Rupiah dan Dolar yang semakin jauh, sehingga keuntungan investasi dalam negeri semakin berkurang di mata investor asing.

  3. Sentimen Regional: Mayoritas mata uang Asia juga mengalami tekanan serupa, menunjukkan bahwa penguatan Dolar AS bersifat masif terhadap banyak mata uang dunia, bukan hanya Rupiah. Pelemahan nilai tukar Rupiah tidak terjadi secara langsung, melainkan merupakan bagian dari trend pelemahan mata uang kawasan Asia terhadap kekuatan Dolar AS yang signifikan. Faktor regional seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok-yang merupakan mitra dagang utama bagi banyak negara asia, termasuk Indonesia-memicu ketidakpastian dan memperkeruh suasana pasar di kawasan tersebut. Ketika perekonomian Tiongkok mengalami perlambatan, permintaan terhadap barang ekspor dari negara-negara tetangganya juga ikut menurun. Pada akhirnya menyebabkan penurunan pasokan valuta asing di pasar regional. Karena mata uang Asia seperti Yen Jepang, Yuan Tiongkok, dan Won Korea Selatan juga mengalami penurunan nilai, Rupiah ikut terseret oleh sentimen negatif tersebut. Investor internasional seringkali memandang pasar negara berkembang sebagai satu kesatuan aset yang memiliki risiko, sehingga ketika suasana pasar di kawasan Asia kian memburuk. Melemahnya nilai tukar mata uang menjadi hal yang mengenai berbagai negara, termasuk Rupiah, yang sulit untuk dihindari secara individu,

Dampak Apa yang Dirasakan?

Jika Kurs tidak menurun dan tetap tembus dalam jangka panjang, beberapa sektor akan terkena dampak secara langsung:

  1. Kenaikan Harga Pangan (Imported Inflation): Komoditas seperti daging, telur, dan susu yang masih bergantung pada impor dapat berpotensi mengalami kenaikan harga. Fenomena ini terjadi ketika Rupiah mengalami penurunan otomatis menyebabkan harga barang asing menjadi lebih tinggi ketika diubah kedalam mata uang lokal. dalam sektor pangan, Indonesia masih bergantung pada impor beberapa komoditas seperti gandum yang digunakan untuk membuat mie dan roti, kedelai yang digunakan untuk membuat tahu dan tempe, serta daging sapi dan produk olahan susu. Hal ini menyebabkan harga yang diterima oleh konsumen sangat bergantung pada nilai kurs mata uang. Ketika nilai tukar Rupiah mencapai tingkat psikologis tertentu dalam jangka yang cukup lama, biaya bahan baku tersebut meningkat drastis bagi para pengimpor. Akibatnya, masyarakat akan mengalami dampak langsung berupa penurunan minat untuk membeli karena jumlah uang yang digunakan untuk kebutuhan pokok  meningkat. Jika tidak dikontrol dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kenaikan pada tingkat inflasi nasional.

  2. Beban Industri Manufaktur: Industri yang menggunakan bahan baku impor harus menghadapi kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya dapat dibebankan kepada konsumen. Industri manufaktur di Indonesia masih sangat ketergantungan pada bahan baku, komponen perantara, serta mesin produksi yang diimpor terus menerus memaksa para pelaku industri untuk menghadapi inflasi produksi yang besar, karena kontrak pembelian umumnya menggunakan dolar AS. Kondisi ini membuat para pelaku usaha merasa kesulitan yang diantaranya harus menanggung beban biaya tersebut yang berpotensi mengurangi keuntungan, atau menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Jika pilihan kedua dipilih, maka harga barang seperti elektronik, mobil, hingga barang kebutuhan sehari-hari akan naik secara perlahan, yang akhirnya bisa memperhambat pertumbuhan industri dalam negeri karena permintaan pasar semakin turun.

  3. Tekanan pada APBN: Fluktuasi kurs berpengaruh pada beban pembayaran hutang luar negeri dan subsidi energi jika harga minyak dunia terus melambung. Penurunan nilai tukar Rupiah dapat memberikan tekanan ganda terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban biaya bunga dan pokok utang luar negeri pemerintah akan naik secara otomatis, karena jumlah Rupiah yang harus digunakan untuk membeli Dolar akan semakin meningkat. Jika penurunan nilai tukar rupiah ini terjadi bersamaan dengan naiknya harga minyak dunia, maka beban subsidi energi terutama untuk bahan bakar minyak dan listrik akan meningkat secara tajam melebihi asumsi makro yang telah ditentukan sebelumnya. Ruang fiskal pemerintah semakin terbatas karena dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan sosial, kini dipakai untuk menutup defisit nilai tukar dan subsidi. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada stabilitas perekonomian nasional.

Apa Yang harus dilakukan?

Di tengah kenaikan ini, kita dihimbau untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dengan meningkatkan penggunaan produk lokal, agar membantu memperkuat perekonomian negara. Beberapa langkah diantaranya bisa dimulai dari memantau secara rutin harga barang-barang kebutuhan pokok dan elektronik, karena sektor tersebut sangat rentan terkena dampak dari fluktuasi kurs mata uang yang terjadi saat ini

Categories
Artikel

IHSG Ambles 2,8% di Awal Maret: Antara “Panic Selling” dan Strategi “Serok Bawah” Investor Ritel

Purwokerto, 04 Maret 2026

IHSG mengawali bulan Maret 2026 dengan tekanan jual masif yang mengguncang kepercayaan pasar. Hanya dalam satu sesi perdagangan, indeks terjun ke level 7.717,44 setelah kehilangan lebih dari 222 poin, sebuah reduksi tajam yang menghapus optimisme pelaku pasar di awal kuartal ini. Hal yang paling mencolok dan patut diwaspadai adalah lonjakan volume transaksi yang menembus angka 283.800,09k, yang mana ini jauh melampaui rata-rata harian normal. Fenomena ini memberikan tanda bahwa penurunan kali ini bukan hanya sekedar koreksi teknis yang bersifat sementara, melainkan indikasi adanya aksi jual serentak yang dipicu oleh kepanikan kolektif.

Kondisi ini tercermin jelas dalam ramainya diskusi di berbagai platform komunitas investasi, di mana narasi ketidakpastian mulai mendominasi. Sebagian investor ritel memilih untuk melakukan kapitulasi atau “izin off dari pasar, sebuah langkah defensif untuk menghindari tekanan psikologis akibat melihat portofolio yang memerah. Di sisi lain, tingginya volume perdagangan di tengah kejatuhan harga ini juga memicu spekulasi mengenai pergerakan “bandar” atau institusi besar yang dianggap memperkeruh suasana melalui aksi panic selling. Bagi sebagian trader yang lebih agresif, momen kejatuhan ini justru menjadi ajang perburuan titik support baru untuk melakukan akumulasi beli atau “serok bawah”, meskipun resiko falling knife masih mengintai tajam. Gejolak ini menegaskan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase transisi emosional yang berat, di mana fundamental perusahaan seolah terpinggirkan oleh sentimen makro dan ketakutan akan ketidakpastian masa depan.

Apa itu IHSG?

Secara sederhana, IHSG adalah angka statistik yang mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika harga mayoritas saham di bursa naik, maka angka IHSG akan bergerak naik (menguat/hijau). Sebaliknya, jika harga mayoritas saham turun, angka IHSG akan bergerak turun (melemah/merah).

Fungsi Utama IHSG
  • Indikator Kesehatan Ekonomi: Menjadi cermin kondisi ekonomi makro suatu negara di mata investor.
  • Barometer Pasar Modal: Alat ukur untuk melihat apakah pasar saham sedang dalam tren naik (bullish) atau turun (bearish).
  • Benchmark Portofolio: Investor menggunakan IHSG untuk membandingkan kinerja investasi mereka dengan rata-rata pasar.

Membedah Psikologi Investor Ritel di Komunitas Digital

Berdasarkan pantauan di Stream Stockbit, respon investor ritel dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar:

  1. Kelompok “Izin Off” (Kapitulasi): Banyak investor ritel yang memilih untuk berhenti memantau portofolio sementara waktu. Sentimen seperti “izin off dulu ketua, kembali lagi kalau market sudah ke 8000” menunjukkan adanya kelelahan psikologis setelah melihat penurunan tajam yang menembus level psikologis 8.000.
  2. Kelompok Spekulan & Pemburu Support: Meski market merah membara, sebagian trader justru sibuk mencari titik support baru. Istilah “nyerok” (membeli di harga rendah) mulai bermunculan, terutama pada saham-saham yang dianggap sudah oversold atau jenuh jual.
  3. Narasi “Bandar” dan FOMO: Terjadi perdebatan mengenai peran “Bandar” atau institusi besar dalam kejatuhan ini. Ada kecurigaan bahwa ritel terjebak dalam kepanikan (panic selling) yang justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Faktor Pemicu dan Isu Makro

Sentimen yang berkembang di kolom komentar komunitas investasi saat ini mulai bergeser dari sekadar keluhan teknis menuju isu-isu yang lebih sensitif dan bersifat struktural. Para investor tidak hanya mengkhawatirkan fluktuasi harian, tetapi juga mulai melontarkan spekulasi liar mengenai stabilitas ekonomi jangka panjang, bahkan menyinggung narasi proyeksi ekonomi 2030 yang penuh ketidakpastian.

Ketidakpastian arah politik domestik, ditambah dengan rilis data ekonomi di awal Maret yang tidak sesuai ekspektasi pasar, seolah menjadi bensin yang menyambar bara di lantai bursa. Kondisi ini menciptakan efek domino; di mana kecemasan akan keberlanjutan kebijakan ekonomi nasional bercampur dengan sentimen global yang sedang tidak menentu. Bagi investor ritel, riuhnya spekulasi ini menjadi beban psikologis tambahan yang memicu perilaku irasional. Alih-alih melihat fundamental perusahaan, pasar saat ini lebih banyak digerakkan oleh ketakutan kolektif bahwa guncangan hari ini adalah ‘pintu masuk‘ bagi fase perlambatan ekonomi yang lebih panjang. Narasi mengenai perlunya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas nilai tukar pun menjadi topik hangat yang kerap muncul di tengah perdebatan mengenai apakah tren penurunan ini akan berlanjut atau segera menemui titik balik.

Strategi Menghadapi Koreksi Tajam

Bagi investor ritel, situasi ini menjadi ujian bagi rencana investasi (trading plan):

  • Evaluasi Volume: Volume yang tinggi saat harga turun adalah sinyal bearish yang kuat. Investor disarankan tidak terburu-buru “serok” sebelum ada tanda-tanda akumulasi kembali.
  • Manajemen Kas: Di saat market tidak menentu, memegang cash (tunai) seringkali menjadi posisi terbaik.
  • Fokus pada Saham Defensif: Mengamati saham-saham yang tetap hijau atau bertahan saat indeks merah (seperti diskusi mengenai RMKO atau ENRG) bisa menjadi peluang untuk strategi divergence.
Kesimpulan:

Koreksi IHSG sebesar 2,8% hari ini mencerminkan tingginya volatilitas di pasar modal Indonesia pada awal 2026. Respon ritel yang campur aduk antara panik dan oportunis menunjukkan pentingnya edukasi mengenai manajemen risiko agar tidak terjebak dalam arus emosi pasar.

Categories
Artikel

Lebih dari Sekadar Belajar: Sertifikasi Digital Marketing sebagai Bekal Profesional Mahasiswa

Purwokerto, 23 Februari 2026

Di tengah perkembangan ekosistem digital yang semakin kompetitif, kebutuhan akan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang terstandar menjadi semakin penting. Dunia industri menuntut kemampuan yang dapat dibuktikan secara profesional, khususnya dalam bidang digital marketing yang terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen dan teknologi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi mahasiswa tidak hanya difokuskan pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui skema pengakuan kemampuan yang relevan dengan standar industri.

Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto melihat bahwa validasi kompetensi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Melalui program sertifikasi Digital Marketing berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengukur sekaligus memantapkan keterampilan yang telah dipelajari selama masa studi. Sertifikasi ini menjadi bentuk penguatan kompetensi yang tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga kemampuan aplikatif yang selaras dengan kebutuhan industri digital.

Keberadaan program sertifikasi tersebut mencerminkan komitmen Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada kesiapan karier. Dengan adanya pengakuan kompetensi yang terstandar, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, memperluas peluang profesional, serta memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang.

Apa itu Digital Marketing?

Digital Marketing adalah segala upaya pemasaran produk atau jasa yang dilakukan melalui perangkat elektronik atau internet. Berbeda dengan pemasaran tradisional (baliho, brosur, atau iklan TV satu arah), digital marketing memanfaatkan saluran digital seperti mesin pencari (Google), media sosial, email, situs web, dan aplikasi seluler untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka secara daring (online).

Secara teknis, digital marketing mencakup berbagai strategi, di antaranya:

  • SEO (Search Engine Optimization): Mengoptimalkan website agar muncul di halaman utama Google.
  • SMM (Social Media Marketing): Menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, atau LinkedIn untuk membangun merek.
  • Content Marketing: Menciptakan konten bernilai (video, artikel) untuk menarik audiens.
  • Performance Marketing: Iklan berbayar (Ads) yang hasilnya dapat diukur secara instan.

Digital Marketing Adalah... (Definisi dan Sejarahnya) - Posibel

 

 

Apa itu BNSP?

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah sebuah lembaga independen yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004, dengan tanggung jawab utama sebagai otoritas sertifikasi kompetensi profesi di tingkat nasional. Berbeda dengan lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah akademik, BNSP bertugas untuk memberikan pengakuan resmi atas keahlian praktis atau kompetensi teknis seseorang dalam bidang pekerjaan tertentu. Lembaga ini berfungsi sebagai penjamin mutu tenaga kerja Indonesia, memastikan bahwa setiap profesional yang tersertifikasi telah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam menjalankan fungsinya, BNSP memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menyelenggarakan uji kompetensi atau asesmen di berbagai sektor, termasuk bidang pemasaran digital. Sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP dicirikan dengan adanya lambang Garuda, yang sering kali disebut sebagai “Sertifikat Garuda”. Simbol ini menandakan bahwa pemegangnya bukan sekadar telah mengikuti pelatihan, melainkan telah dinyatakan benar-benar kompeten oleh negara melalui pengujian yang ketat. Di era persaingan kerja yang semakin kompetitif, sertifikasi BNSP menjadi instrumen vital yang menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di dunia industri.

Kenapa Kita Perlu Sertifikasi Ini?

Sertifikasi ini bukan sekadar upaya untuk mendapatkan selembar kertas berlogo Garuda. Ada visi besar di balik standarisasi kompetensi ini, terutama dalam menghadapi tantangan industri kreatif yang kian kompleks. Secara lebih rinci, berikut adalah tujuan utama dari kegiatan asesmen sertifikasi Digital Marketing BNSP 2026:

1. Menstandardisasi Keahlian Secara Nasional
Tujuan utamanya adalah menciptakan standar baku (benchmarking) bagi seluruh praktisi pemasaran digital di Indonesia. Dengan adanya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), tidak ada lagi perbedaan pemahaman kompetensi antara lulusan satu daerah dengan daerah lainnya. Semua diukur dengan “meteran” atau standar kualitas yang sama.

2. Memberikan Pengakuan Legalitas Profesi
Asesmen ini bertujuan untuk memberikan pengakuan resmi dari negara terhadap kemahiran seseorang. Jika ijazah adalah bukti kelulusan pendidikan, maka sertifikat BNSP adalah “SIM” atau lisensi bagi seorang profesional. Ini bertujuan agar keahlian Anda memiliki payung hukum dan diakui secara formal di dunia kerja.

3. Meningkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
Di tahun 2026, persaingan kerja tidak hanya datang dari sesama warga lokal, tetapi juga tenaga kerja asing dan efisiensi teknologi. Tujuan sertifikasi ini adalah untuk memperkuat posisi tawar (bargaining power) tenaga kerja Indonesia agar memiliki kualifikasi yang setara atau bahkan melampaui standar internasional, khususnya di wilayah ASEAN.

4. Menjamin Kualitas Layanan kepada Industri
Bagi dunia industri, tujuan asesmen ini adalah sebagai filter kualitas. Dengan mempekerjakan tenaga kerja yang sudah tersertifikasi BNSP, perusahaan mendapatkan jaminan bahwa karyawan tersebut mampu bekerja secara efektif, efisien, dan minim risiko kesalahan teknis yang dapat merugikan anggaran pemasaran perusahaan.

5. Memetakan Kesenjangan Kompetensi (Skill Gap)
Melalui proses uji kompetensi, penyelenggara dan pemerintah dapat memetakan bagian mana dari kurikulum pemasaran digital yang masih lemah di masyarakat. Hasil asesmen ini nantinya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelatihan dan pendidikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar yang nyata.

 

Keberadaan program sertifikasi Digital Marketing menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga pada penguatan kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui proses validasi kompetensi yang terstandar, mahasiswa memperoleh ruang untuk menilai kesiapan diri, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap praktik digital marketing secara lebih aplikatif dan profesional.

Lebih dari sekadar pengakuan kemampuan, sertifikasi juga mendorong tumbuhnya sikap adaptif, percaya diri, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menjadi bekal yang memperkuat posisi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang karier di bidang digital.

Dengan adanya penguatan kompetensi melalui sertifikasi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto terus berupaya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang relevan, progresif, dan berorientasi pada kesiapan profesional mahasiswa. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memahami perkembangan teknologi digital, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam ekosistem industri yang semakin kompetitif.

Categories
Artikel

UMKM Go Digital: Pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital

Purwokerto, 11 Februari 2026

Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat, pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk memiliki produk yang baik, tetapi juga kemampuan dalam mengelola bisnis secara menyeluruh. Banyak UMKM memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan serta pengelolaan sumber daya usaha secara efektif. Inilah mengapa peningkatan kapasitas melalui pelatihan literasi keuangan dan pengelolaan sumber daya menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM berbasis digital.

Dalam menjalankan bisnis, pelaku UMKM tidak cukup hanya memahami cara menjual produk. Diperlukan pemahaman mengenai bagaimana mengatur arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, merencanakan pengembangan bisnis, serta mengelola sumber daya yang dimiliki agar lebih produktif dan efisien. Selain itu, di era digital saat ini, pengelolaan usaha juga perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui kegiatan Pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS yang dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di Aula Rachmat Efendi Telkom University Purwokerto, para peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai literasi keuangan serta pengelolaan sumber daya manusia untuk UMKM berbasis digital. Pelatihan ini membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus bagaimana mengoptimalkan sumber daya usaha agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan di ekosistem digital.

Pengelolaan Keuangan UMKM Menjadi Kunci

Sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan keuangan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan UMKM di era digital saat ini. Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan usaha secara tepat, terstruktur, dan berkelanjutan. Banyak UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi yang belum rapi, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, hingga belum adanya perencanaan keuangan yang matang. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan bisnis terlihat berjalan baik dari sisi penjualan, namun secara finansial belum tentu berada dalam kondisi yang sehat.

Melihat kebutuhan tersebut, pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pematerian ini disampaikan oleh Kurnia Indah Sumunar, S.E., M.S.Ak., selaku Dosen Bisnis Digital Telkom University Purwokerto. Materi ini menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan sebagai dasar dalam menjaga kestabilan arus kas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Literasi keuangan sendiri merupakan kemampuan pelaku usaha dalam memahami, mengelola, serta menggunakan keuangan usaha secara bijak dan terencana. Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat memahami perbedaan antara omzet dan keuntungan bersih, mengetahui kondisi arus kas usaha secara nyata, serta mampu menyusun strategi keuangan yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pelaku usaha berisiko mengalami kesulitan dalam menjaga stabilitas modal kerja, bahkan berpotensi mengalami kegagalan usaha meskipun memiliki produk yang berkualitas.

Dalam praktiknya, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi permasalahan dasar dalam pengelolaan keuangan, seperti belum adanya pencatatan transaksi yang konsisten, masih tercampurnya keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta penentuan harga jual yang belum didasarkan pada perhitungan biaya dan margin keuntungan yang jelas. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan bisnis secara akurat serta menyulitkan dalam perencanaan pengembangan usaha ke depan.

Melalui materi literasi keuangan ini, pelaku UMKM didorong untuk mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin dan terstruktur. Beberapa langkah dasar yang ditekankan antara lain memisahkan keuangan pribadi dan usaha sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan, melakukan pencatatan seluruh transaksi secara konsisten, menyusun laporan keuangan sederhana untuk memantau kondisi usaha, serta merencanakan pengeluaran dan target keuntungan secara realistis. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pencatatan keuangan, Microsoft Excel, maupun sistem kasir digital juga diperkenalkan sebagai langkah awal digitalisasi pengelolaan keuangan UMKM.

Melalui penerapan pengelolaan keuangan yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan modal, meminimalkan kesalahan administrasi, serta membangun kredibilitas usaha di mata mitra, investor, maupun lembaga keuangan. Pengelolaan keuangan yang sehat juga menjadi pondasi penting dalam mendukung transformasi digital bisnis secara menyeluruh.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong UMKM Banyumas agar tidak hanya kuat dari sisi produk dan pemasaran, tetapi juga memiliki fondasi keuangan yang sehat, terstruktur, dan siap berkembang di era digital yang semakin dinamis.

HRIS: Sistem Berbasis Digital untuk Pengelolaan SDM di UMKM

Sebagai lanjutan dari materi sebelumnya terkait literasi keuangan bagi UMKM, pembahasan kemudian lanjut pada aspek penting lainnya dalam pengelolaan bisnis, yaitu pengelolaan sumber daya manusia di era digital. Di era transformasi digital yang berkembang sangat cepat, pelaku UMKM tidak lagi hanya dituntut memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga dituntut mampu mengelola bisnis secara lebih modern, efisien, dan berbasis data. Banyak UMKM yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan operasional, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia, pencatatan data karyawan, hingga proses administrasi yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini seringkali menyebabkan proses kerja menjadi lebih lambat, rawan kesalahan, dan sulit untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Melihat kebutuhan tersebut, pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS juga menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan literasi digital bisnis, khususnya dalam pengelolaan SDM berbasis sistem digital. Pematerian disampaikan oleh Alfilia Hilda Rahmatika, S.M., M.M., CPHRM, CHRBP, selaku Dosen Bisnis Digital Telkom University Purwokerto.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pemanfaatan Human Resources Information System (HRIS) sebagai solusi praktis untuk membantu UMKM mengelola data karyawan, absensi, penggajian, hingga monitoring kinerja secara lebih terstruktur dan efisien. Selain menyampaikan materi, Ibu Alfilia juga sedang melakukan riset penelitian terkait pengembangan sistem atau aplikasi HRIS yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan UMKM, sehingga diharapkan mampu menghadirkan solusi pengelolaan SDM yang lebih praktis, efisien, dan mudah diimplementasikan oleh pelaku usaha.

Melalui pemanfaatan sistem digital seperti HRIS, pelaku UMKM dapat mulai melakukan transformasi dari proses manual menuju sistem yang lebih terintegrasi. Digitalisasi ini tidak harus dimulai dari sistem yang mahal atau kompleks, tetapi dapat dimulai dari digitalisasi fondasi bisnis sesuai kebutuhan dan skala usaha. Dengan pengelolaan SDM yang lebih baik, UMKM diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kesalahan administrasi, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

Pengelolaan UMKM di era digital menuntut perubahan pola pikir dari pengambilan keputusan berbasis intuisi menuju pengelolaan bisnis yang berbasis data. Melalui penerapan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat memahami kondisi usaha secara nyata, menjaga stabilitas arus kas, serta merencanakan pengembangan bisnis secara lebih terarah. Di sisi lain, penerapan sistem digital seperti HRIS menjadi langkah strategis dalam membangun pengelolaan sumber daya manusia yang lebih rapi, efisien, dan profesional.

Dengan kombinasi pengelolaan keuangan yang disiplin dan pemanfaatan teknologi dalam manajemen SDM, UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan naik kelas secara berkelanjutan di era digital.

Categories
Artikel

Memahami Pelanggan Lebih Dalam: Peran Customer Persona dalam Menentukan Arah Strategi Bisnis

Purwokerto, 09 Februari 2026

Di era perkembangan bisnis yang semakin ketat dan dinamis saat ini, memiliki produk yang berkualitas saja tidak lagi menjamin keberhasilan menjalankan suatu bisnis. Banyak beberapa bisnis – bisnis yang gagal namun bukan karena produknya memiliki kualitas buruk, tetapi karena produk tersebut tidak benar-benar menjawab kebutuhan pasar. Inilah mengapa memahami Market Need (Kebutuhan Pasar) menjadi fondasi utama dalam membangun strategi bisnis yang berkelanjutan.

Dalam memahami pasar bukan juga sekadar mengetahui “siapa yang membeli”. Diperlukan juga memahami mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, bagaimana mereka mengambil keputusan, dan masalah apa yang sebenarnya ingin mereka selesaikan dari produk atau bisnis yang dimaksud. Untuk menjawab semua pertanyaan ini secara sistematis dan efisien, digunakanlah pendekatan Customer Persona.

Customer persona dapat membantu perusahaan/bisnis mengubah data pasar yang abstrak menjadi gambaran manusia nyata yang bisa dipahami oleh seluruh tim, mulai dari marketing, produksi, hingga customer service.

Apa Itu Market Need dan Mengapa Penting?

Market Need adalah kebutuhan, keinginan, atau masalah yang dirasakan oleh kelompok pelanggan tertentu yang bisa diselesaikan oleh produk atau layanan bisnis Anda. Market Need penting karena merupakan pendorong utama keputusan pembelian, di mana produk/jasa difungsikan untuk memecahkan masalah tersebut. Mengidentifikasi kebutuhan pasar dapat membantu perusahaan menciptakan produk relevan, membedakan diri dari pesaing, dan memastikan keberhasilan bisnis. 

Market need biasanya muncul dari:

  • Perubahan gaya hidup masyarakat
  • Perkembangan teknologi
  • Perubahan tren sosial dan budaya
  • Masalah yang belum terselesaikan oleh produk yang ada

Bisnis yang sukses biasanya tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu:

  • Mengidentifikasi kebutuhan tersembunyi (latent needs)
  • Memprediksi kebutuhan masa depan
  • Memberikan solusi yang lebih mudah, cepat, atau murah dibanding kompetitor
Contohnya:
  • Ojek online muncul karena kebutuhan transportasi cepat dan praktis
  • E-wallet muncul karena kebutuhan transaksi non-tunai yang cepat
  • Ready-to-eat food muncul karena kebutuhan makanan praktis di gaya hidup sibuk

Contoh Customer Persona

Customer Persona

Customer persona adalah representasi dari profil pelanggan ideal yang dibuat berdasarkan data nyata dan riset pasar. Ini menggambarkan profil detail, seperti demografi (usia, lokasi), perilaku, motivasi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi. Tujuannya adalah untuk memahami audiens secara mendalam, membantu penyesuaian strategi pemasaran, produk, dan layanan agar lebih relevan. 

Persona berfungsi untuk:

  • Membantu bisnis memahami pelanggan secara emosional dan rasional
  • Membuat strategi marketing lebih terarah
  • Mengurangi trial-error dalam pengembangan produk
  • Menyamakan persepsi antar tim internal
Komponen Utama Customer Persona

Dalam memahami target pasar secara lebih mendalam, bisnis tidak hanya melihat siapa pelanggan mereka, tetapi juga bagaimana mereka berpikir, bertindak, serta apa yang mereka butuhkan dan hadapi. Oleh karena itu, customer persona umumnya disusun melalui beberapa komponen utama yang saling melengkapi, yaitu demografi, psikografis, behavioral, goals, serta challenges atau pain points.

1. Demografi (Siapa Mereka Secara Data)

Demografi merupakan dasar awal dalam memahami pelanggan karena berisi data objektif yang membantu proses segmentasi pasar.

Contoh informasi:

  • Usia → memengaruhi gaya komunikasi dan preferensi produk
  • Gender → bisa memengaruhi kebutuhan spesifik
  • Lokasi → memengaruhi daya beli dan budaya konsumsi
  • Pekerjaan → memengaruhi kebutuhan produk dan waktu penggunaan
  • Pendapatan → menentukan pricing strategy

Melalui data demografi, bisnis dapat menentukan pasar mana yang paling realistis dan potensial untuk disasar.

2. Psikografis (Bagaimana Cara Mereka Berpikir)

Selanjutnya, psikografis memberikan gambaran yang lebih dalam karena berkaitan dengan cara pelanggan berpikir dan faktor emosional yang memengaruhi keputusan mereka.

Contoh:

  • Nilai hidup (contoh: hemat, premium lifestyle, sustainability)
  • Gaya hidup (aktif, sibuk, santai, digital savvy)
  • Minat dan hobi
  • Kepribadian

Hal ini penting karena keputusan membeli seringkali emosional, bukan logis.

3. Behavioral (Bagaimana Mereka Bertindak)

Komponen ini berfokus pada bagaimana pelanggan bertindak secara nyata.

Contoh:

  • Seberapa sering belanja
  • Platform favorit (TikTok, Instagram, Marketplace, dll)
  • Cara mencari informasi (review, influencer, rekomendasi teman)
  • Loyalitas terhadap brand
  • Ini sangat penting untuk menentukan:
  • Channel marketing utama
  • Timing promosi
  • Strategi retargeting

Data behavioral sangat membantu bisnis dalam menentukan channel marketing utama, waktu terbaik untuk promosi, serta strategi retargeting yang lebih efektif.

4. Goals (Apa yang Ingin Mereka Capai)

Selain memahami karakteristik dan perilaku pelanggan, bisnis juga perlu mengetahui goals atau tujuan yang ingin dicapai pelanggan. Biasanya berisi:

  • Tujuan praktis → hemat waktu, hemat uang
  • Tujuan emosional → merasa percaya diri, terlihat modern
  • Tujuan sosial → ingin terlihat up-to-date

Dari Goals diatas dapat menunjukkan bahwa produk yang berhasil biasanya tidak hanya menjual fungsi, tetapi juga membantu pelanggan mencapai tujuan pribadi mereka.

5. Challenges / Pain Points (Apa yang Menghambat Mereka)

Pada komponen ini dijelaskan hambatan atau masalah yang sering dihadapi pelanggan dalam mencapai tujuan mereka, terutama terkait produk atau layanan suatu bisnis.

Contoh pain points:

  • Produk terlalu mahal
  • Proses penggunaan ribet
  • Tidak percaya brand
  • Pengalaman buruk sebelumnya

Dengan memahami pain points, bisnis dapat merancang solusi yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Manfaat Strategis Customer Persona untuk Bisnis

1. Produk Lebih Tepat Sasaran:Tim produksi dapat membuat produk ataupun merancang fitur layanan yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan, bukan hanya berdasarkan asumsi bahwa produk tersebut menarik atau inovatif. Dengan demikian, proses pengembangan menjadi lebih efektif dan memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi di pasar.

2. Efisiensi Budget Marketing: Selain itu, strategi pemasaran juga menjadi lebih efisien. Ketika target audiens sudah jelas, aktivitas iklan dapat difokuskan pada segmen yang paling potensial. Hal ini berdampak pada meningkatnya ROI (Return on Investment) karena biaya pemasaran digunakan secara lebih optimal, sekaligus menurunkan cost per acquisition.

3. Komunikasi Lebih Personal: Dari sisi komunikasi, pemahaman karakteristik pelanggan membuat pesan pemasaran terasa lebih personal dan relevan. Konten yang dibuat seolah berbicara langsung kepada kebutuhan dan masalah pelanggan, sehingga meningkatkan engagement dan peluang bisnis.

4. Sinkronisasi Antar Tim: Dengan gambaran pelanggan yang sama, tim produk, marketing, hingga operasional dapat mengambil keputusan yang lebih selaras dan konsisten dengan arah bisnis perusahaan.

Cara Praktis Menerapkan Customer Persona dalam Bisnis

1. Mengumpulkan Data

Sumber data:

  • Survey pelanggan
  • Interview langsung
  • Data transaksi
  • Insight media sosial
  • Google Analytics

2. Temukan Pola Pelanggan

Cari kesamaan:

  • Motivasi beli
  • Pain points utama
  • Platform favorit
  • Faktor pengambilan keputusan

3. Membuat Profil Persona

Biasanya berisi:

  • Nama fiktif
  • Foto ilustrasi
  • Background cerita singkat
  • Goals
  • Pain points
  • Preferensi media

4. Gunakan di Semua Strategi Bisnis

Persona dapat dipakai untuk:

  • Campaign marketing
  • Product development
  • Pricing strategy
  • Customer experience

Memahami market need tanpa customer persona ibarat melihat pasar dari jauh tanpa memahami siapa yang ada di dalamnya. Customer persona membantu bisnis masuk ke perspektif pelanggan, memahami kebutuhan mereka secara nyata, dan menciptakan solusi yang benar-benar relevan.

Bisnis yang memahami pelanggannya secara mendalam bukan hanya bisa menjual produk, tetapi juga bisa membangun hubungan jangka panjang, loyalitas, dan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru dalam persaingan bisnis.

Program Studi S1 Bisnis Digital Telkom
University Purwokerto

Jam Kerja dan Lokasi​

Copyright ©2026. All Rights Reserved By Telkom University

Secret Link