Purwokerto, 01 Desember 2025
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, memahami kebutuhan konsumen menjadi kunci keberhasilan sebuah merek. Salah satu strategi yang paling banyak digunakan dan dianggap paling efektif adalah STP Marketing, yaitu Segmentation, Targeting, Positioning. Konsep ini membantu perusahaan memahami siapa konsumen mereka, bagaimana memilih pasar terbaik, dan bagaimana menempatkan merek secara kuat dalam benak konsumen.
1. Apa Itu STP Menurut Para Ahli?
Beberapa ahli pemasaran memberikan definisi yang memperjelas konsep STP dalam dunia marketing:
Philip Kotler & Kevin Keller menyatakan bahwa STP adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen, memilih segmen yang ingin dituju, lalu membangun citra produk yang memiliki posisi jelas di benak konsumen.
Lamb, Hair & McDaniel mendefinisikan STP sebagai kerangka kerja pemasaran yang bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih spesifik, menargetkan segmen yang paling menguntungkan, dan melakukan diferensiasi produk untuk menciptakan nilai unik.
William J. Stanton menjelaskan bahwa segmentasi, targeting, dan positioning merupakan cara perusahaan menemukan kelompok pasar yang homogen lalu menciptakan penawaran yang relevan dengan karakteristik kelompok tersebut.
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa STP membantu perusahaan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terarah sehingga pesan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumennya.
2. Segmentasi: Cara Membagi Pasar Menjadi Kelompok yang Lebih Tepat
Segmentasi adalah tahap pertama dalam STP. Tujuannya adalah membagi pasar menjadi kelompok konsumen yang memiliki kesamaan kebutuhan, perilaku, atau karakteristik tertentu.
Menurut Kotler, segmentasi dapat dilakukan berdasarkan:
Demografis: usia, gender, pendapatan, pekerjaan, pendidikan.
Geografis: negara, provinsi, kota, iklim.
Psikografis: gaya hidup, minat, nilai hidup, kepribadian.
Perilaku: manfaat yang dicari, frekuensi pembelian, loyalitas, tingkat penggunaan.
Segmentasi yang baik harus memenuhi kriteria: dapat diukur, cukup besar, mudah dijangkau, dapat dibedakan, dan dapat ditindaklanjuti.
Dengan segmentasi yang tepat, perusahaan bisa lebih fokus dan efisien dalam merancang produk maupun kampanye pemasaran.
3. Targeting: Memilih Segmen Pasar yang Paling Menguntungkan
Setelah segmen terbentuk, perusahaan perlu memilih segmen mana yang paling potensial untuk dilayani. Proses ini disebut targeting.
Dalam memilih target pasar, perusahaan mempertimbangkan:
Ada beberapa strategi targeting yang umum digunakan:
Undifferentiated marketing: strategi massal, produk untuk semua orang.
Differentiated marketing: setiap segmen diberi produk berbeda.
Niche marketing: fokus pada segmen kecil yang sangat spesifik.
Micromarketing: penyesuaian untuk kelompok sangat kecil bahkan individu.
Targeting yang tepat membuat perusahaan tidak membuang waktu dan anggaran ke segmen yang kurang potensial.
4. Positioning: Menciptakan Citra Unik di Benak Konsumen
Positioning adalah proses membangun persepsi tertentu di dalam pikiran konsumen tentang keunggulan sebuah produk atau merek. Tujuannya adalah agar konsumen bisa membedakan produk kita dari produk kompetitor.
Menurut Kotler, positioning harus menjawab pertanyaan berikut:
“Mengapa konsumen harus memilih produk kita, bukan yang lain?”
Positioning dapat dilakukan berdasarkan:
Positioning yang kuat menciptakan identitas merek yang mudah diingat dan dipercaya.
5. Contoh Penerapan STP di Indonesia: Indomie
Indomie adalah contoh sukses STP di Indonesia. Mereka memetakan pasar dari berbagai segmen: anak-anak, remaja, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga. Indomie kemudian menargetkan konsumen yang membutuhkan makanan cepat saji dengan harga terjangkau.
Untuk positioning, Indomie menempatkan diri sebagai mie instan dengan cita rasa Indonesia yang enak, praktis, dan cocok untuk siapa saja. Hasilnya, Indomie bukan hanya produk makanan tetapi sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
6. Kenapa STP Penting untuk Bisnis?
Ada banyak alasan STP wajib diterapkan oleh brand:
Mempermudah bisnis memahami kebutuhan pelanggan
Menghemat biaya promosi karena lebih tepat sasaran
Meningkatkan peluang penjualan
Membantu brand menjadi lebih dikenal
Menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen
Bisnis yang menerapkan STP dengan baik biasanya memiliki pesan marketing yang lebih kuat dan konsisten.
7. Kesimpulan
Secara keseluruhan, strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) merupakan kerangka penting yang membantu perusahaan memahami pasar secara lebih mendalam, memilih segmen yang paling menguntungkan, dan menempatkan merek secara efektif di benak konsumen. Dengan segmentasi yang tepat, perusahaan dapat mengetahui kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan sama; melalui targeting, perusahaan dapat fokus pada segmen yang memiliki potensi terbesar; dan melalui positioning, perusahaan dapat membangun identitas merek yang kuat dan mudah diingat. Penerapan STP yang baik memungkinkan perusahaan meningkatkan relevansi pesan pemasaran, memperkuat loyalitas konsumen, dan menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang, sebagaimana terlihat pada keberhasilan Indomie dalam mendominasi pasar. Dengan demikian, STP bukan hanya strategi pemasaran, tetapi juga kunci untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara merek dan konsumennya.
8. Daftar Pustaka
- Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
- Lamb, C. W., Hair, J. F., & McDaniel, C. (2018). Marketing (13th ed.). Cengage Learning.
- Stanton, W. J., Etzel, M. J., & Walker, B. J. (1994). Fundamentals of Marketing (10th ed.). McGraw-Hill.
- Schiffman, L., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer Behavior (10th ed.). Pearson.
- Tjiptono, F. (2015). Strategi Pemasaran. Andi Offset.