Categories
Artikel

Wisuda Angkatan 21 Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto: Angkatan Pertama Penanda Sejarah

Purwokerto, 16 Desember 2025

Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto mencatatkan sejarah penting melalui pelaksanaan Wisuda Angkatan 21 yang merupakan angkatan pertama dari Program Studi Bisnis Digital. Momen ini menjadi tonggak awal perjalanan prodi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia bisnis berbasis teknologi digital.

Sebagai angkatan pertama, mahasiswa Wisuda Angkatan 21 memiliki peran strategis dalam membentuk identitas dan citra Program Studi Bisnis Digital. Selama menempuh pendidikan, para mahasiswa tidak hanya menjalani proses akademik, tetapi juga turut beradaptasi dan berkembang bersama prodi yang masih dalam tahap penguatan sistem, kurikulum, serta budaya akademik. Hal ini menjadikan Angkatan 21 sebagai pelopor yang meletakkan fondasi awal bagi angkatan-angkatan selanjutnya.

Selama masa studi, mahasiswa dibekali dengan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu bisnis dan teknologi digital. Pembelajaran difokuskan pada pengembangan kemampuan analisis bisnis, pemanfaatan teknologi digital, kewirausahaan, pemasaran digital, serta inovasi model bisnis. Berbagai kegiatan penunjang seperti proyek berbasis praktik, magang, dan pengabdian kepada masyarakat turut memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Keberhasilan Wisuda Angkatan 21 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen dan tenaga kependidikan yang berperan aktif dalam membimbing mahasiswa sejak awal berdirinya program studi. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting yang menguatkan mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu dan dengan capaian yang membanggakan.

Sebagai lulusan pertama, para wisudawan dan wisudawati diharapkan mampu menjadi duta dan representasi kualitas Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto di dunia kerja maupun masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter adaptif, inovatif, dan berjiwa kepemimpinan, sesuai dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Momentum wisuda ini menjadi simbol dimulainya kontribusi nyata lulusan Program Studi Bisnis Digital bagi dunia profesional. Para lulusan diharapkan mampu terus mengembangkan diri, menjaga integritas, serta berperan aktif dalam menciptakan solusi dan peluang di bidang bisnis digital.

Melalui kelulusan Angkatan 21 sebagai angkatan pertama, Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang unggul serta berdaya saing. Wisuda ini bukan hanya akhir dari masa studi, tetapi juga awal dari perjalanan panjang dalam membangun reputasi dan kontribusi prodi di tingkat nasional.

Categories
Artikel

Market Day Telkom University Purwokerto: Ajang Kreativitas, Kewirausahaan, dan Kolaborasi Mahasiswa

Purwokerto, 08 Desember 2025

Telkom University Purwokerto kembali menggelar Market Day,  acara ini diikuti oleh berbagai program studi dan menghadirkan beragam produk kreatif hasil karya mahasiswa, mulai dari makanan dan minuman, fashion, kerajinan tangan, hingga produk digital.

Apa Itu Market Day

Market Day Telkom University Purwokerto merupakan sebuah kegiatan kewirausahaan yang diselenggarakan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu bisnis secara langsung. Acara ini menghadirkan berbagai booth yang dikelola oleh mahasiswa dari berbagai program studi, di mana mereka menampilkan produk buatan sendiri, mulai dari makanan dan minuman, merchandise kreatif, hingga produk digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami proses bisnis secara menyeluruh dalam suasana yang nyata dan interaktif.

Tujuan Penyelenggaraan Market Day

Tujuan utama Market Day adalah memberikan pengalaman experiential learning bagi mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk merancang produk, menyusun strategi pemasaran, mengelola modal, menentukan harga, dan memberikan pelayanan pelanggan secara langsung. Melalui praktik nyata di lapangan, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori-teori bisnis yang dipelajari di kelas diterapkan dalam situasi sebenarnya. Selain itu, Market Day juga bertujuan menumbuhkan kreativitas, jiwa inovatif, serta kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Contoh Brand dari Mahasiswa

Market Day menghadirkan berbagai brand mahasiswa yang menawarkan produk kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah Matchae, brand minuman berbahan dasar matcha premium yang memadukan rasa autentik dengan konsep kemasan modern. Ada pula Tacorico, brand kuliner fusi yang menyajikan taco dengan isian bercita rasa lokal, menjadikannya salah satu booth dengan konsep paling menarik. Brand lainnya adalah Mr. Rollie, dessert egg roll manis yang disajikan dengan berbagai topping premium dan menjadi favorit banyak pengunjung. Kehadiran brand-brand ini menunjukkan tingginya kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Manfaat Market Day bagi Mahasiswa

Market Day memberikan banyak manfaat, terutama dalam mengasah kemampuan praktik bisnis mahasiswa. Mereka belajar mengatur keuangan, memahami kebutuhan konsumen, dan menghadapi tantangan langsung seperti mengelola antrean, mengatasi stok yang habis, atau menyesuaikan strategi penjualan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, negosiasi, dan kerja sama tim. Melalui pengalaman ini, mahasiswa mendapatkan gambaran lebih realistis tentang dunia usaha dan menjadi lebih siap untuk membangun bisnis atau bekerja dalam lingkungan profesional setelah lulus.

Kesimpulan

Market Day Telkom University Purwokerto merupakan kegiatan penting yang tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia bisnis saat ini. Berbagai brand mahasiswa seperti Matchae, Tacorico, dan Mr. Rollie menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang menarik dan potensial. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kampus semakin memperkuat budaya inovasi dan kemandirian, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk bersaing di era industri digital yang kompetitif.

Categories
Artikel

STP Dalam Marketing: Strategi untuk Brand dapat Bertahan di Pasar Kompetitif

Poster Artikel Website (25)

Purwokerto, 01 Desember 2025

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, memahami kebutuhan konsumen menjadi kunci keberhasilan sebuah merek. Salah satu strategi yang paling banyak digunakan dan dianggap paling efektif adalah STP Marketing, yaitu Segmentation, Targeting, Positioning. Konsep ini membantu perusahaan memahami siapa konsumen mereka, bagaimana memilih pasar terbaik, dan bagaimana menempatkan merek secara kuat dalam benak konsumen.

1. Apa Itu STP Menurut Para Ahli?

Beberapa ahli pemasaran memberikan definisi yang memperjelas konsep STP dalam dunia marketing:

  • Philip Kotler & Kevin Keller menyatakan bahwa STP adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen, memilih segmen yang ingin dituju, lalu membangun citra produk yang memiliki posisi jelas di benak konsumen.

  • Lamb, Hair & McDaniel mendefinisikan STP sebagai kerangka kerja pemasaran yang bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih spesifik, menargetkan segmen yang paling menguntungkan, dan melakukan diferensiasi produk untuk menciptakan nilai unik.

  • William J. Stanton menjelaskan bahwa segmentasi, targeting, dan positioning merupakan cara perusahaan menemukan kelompok pasar yang homogen lalu menciptakan penawaran yang relevan dengan karakteristik kelompok tersebut.

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa STP membantu perusahaan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terarah sehingga pesan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumennya.

2. Segmentasi: Cara Membagi Pasar Menjadi Kelompok yang Lebih Tepat

Segmentasi adalah tahap pertama dalam STP. Tujuannya adalah membagi pasar menjadi kelompok konsumen yang memiliki kesamaan kebutuhan, perilaku, atau karakteristik tertentu.

Menurut Kotler, segmentasi dapat dilakukan berdasarkan:

  • Demografis: usia, gender, pendapatan, pekerjaan, pendidikan.

  • Geografis: negara, provinsi, kota, iklim.

  • Psikografis: gaya hidup, minat, nilai hidup, kepribadian.

  • Perilaku: manfaat yang dicari, frekuensi pembelian, loyalitas, tingkat penggunaan.

Segmentasi yang baik harus memenuhi kriteria: dapat diukur, cukup besar, mudah dijangkau, dapat dibedakan, dan dapat ditindaklanjuti.

Dengan segmentasi yang tepat, perusahaan bisa lebih fokus dan efisien dalam merancang produk maupun kampanye pemasaran.

3. Targeting: Memilih Segmen Pasar yang Paling Menguntungkan

Setelah segmen terbentuk, perusahaan perlu memilih segmen mana yang paling potensial untuk dilayani. Proses ini disebut targeting.

Dalam memilih target pasar, perusahaan mempertimbangkan:

  • Ukuran segmen

  • Potensi pertumbuhan

  • Tingkat persaingan

  • Kesesuaian dengan kemampuan perusahaan

Ada beberapa strategi targeting yang umum digunakan:

  • Undifferentiated marketing: strategi massal, produk untuk semua orang.

  • Differentiated marketing: setiap segmen diberi produk berbeda.

  • Niche marketing: fokus pada segmen kecil yang sangat spesifik.

  • Micromarketing: penyesuaian untuk kelompok sangat kecil bahkan individu.

Targeting yang tepat membuat perusahaan tidak membuang waktu dan anggaran ke segmen yang kurang potensial.

4. Positioning: Menciptakan Citra Unik di Benak Konsumen

Positioning adalah proses membangun persepsi tertentu di dalam pikiran konsumen tentang keunggulan sebuah produk atau merek. Tujuannya adalah agar konsumen bisa membedakan produk kita dari produk kompetitor.

Menurut Kotler, positioning harus menjawab pertanyaan berikut:
“Mengapa konsumen harus memilih produk kita, bukan yang lain?”

Positioning dapat dilakukan berdasarkan:

  • Keunggulan produk

  • Manfaat yang diberikan

  • Harga dan kualitas

  • Penggunaan produk

  • Karakter pengguna

  • Perbandingan dengan pesaing

Positioning yang kuat menciptakan identitas merek yang mudah diingat dan dipercaya.

5. Contoh Penerapan STP di Indonesia: Indomie

Indomie adalah contoh sukses STP di Indonesia. Mereka memetakan pasar dari berbagai segmen: anak-anak, remaja, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga. Indomie kemudian menargetkan konsumen yang membutuhkan makanan cepat saji dengan harga terjangkau.

Untuk positioning, Indomie menempatkan diri sebagai mie instan dengan cita rasa Indonesia yang enak, praktis, dan cocok untuk siapa saja. Hasilnya, Indomie bukan hanya produk makanan tetapi sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia.

6. Kenapa STP Penting untuk Bisnis?

Ada banyak alasan STP wajib diterapkan oleh brand:

  • Mempermudah bisnis memahami kebutuhan pelanggan

  • Menghemat biaya promosi karena lebih tepat sasaran

  • Meningkatkan peluang penjualan

  • Membantu brand menjadi lebih dikenal

  • Menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen

Bisnis yang menerapkan STP dengan baik biasanya memiliki pesan marketing yang lebih kuat dan konsisten.

7. Kesimpulan

Secara keseluruhan, strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) merupakan kerangka penting yang membantu perusahaan memahami pasar secara lebih mendalam, memilih segmen yang paling menguntungkan, dan menempatkan merek secara efektif di benak konsumen. Dengan segmentasi yang tepat, perusahaan dapat mengetahui kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan sama; melalui targeting, perusahaan dapat fokus pada segmen yang memiliki potensi terbesar; dan melalui positioning, perusahaan dapat membangun identitas merek yang kuat dan mudah diingat. Penerapan STP yang baik memungkinkan perusahaan meningkatkan relevansi pesan pemasaran, memperkuat loyalitas konsumen, dan menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang, sebagaimana terlihat pada keberhasilan Indomie dalam mendominasi pasar. Dengan demikian, STP bukan hanya strategi pemasaran, tetapi juga kunci untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara merek dan konsumennya.

8. Daftar Pustaka

  • Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
  • Lamb, C. W., Hair, J. F., & McDaniel, C. (2018). Marketing (13th ed.). Cengage Learning.
  • Stanton, W. J., Etzel, M. J., & Walker, B. J. (1994). Fundamentals of Marketing (10th ed.). McGraw-Hill.
  • Schiffman, L., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer Behavior (10th ed.). Pearson.
  • Tjiptono, F. (2015). Strategi Pemasaran. Andi Offset.

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

Email

: 0281-641629

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University

Secret Link