UMKM Go Digital: Pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital

Purwokerto, 11 Februari 2026

Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat, pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk memiliki produk yang baik, tetapi juga kemampuan dalam mengelola bisnis secara menyeluruh. Banyak UMKM memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan serta pengelolaan sumber daya usaha secara efektif. Inilah mengapa peningkatan kapasitas melalui pelatihan literasi keuangan dan pengelolaan sumber daya menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM berbasis digital.

Dalam menjalankan bisnis, pelaku UMKM tidak cukup hanya memahami cara menjual produk. Diperlukan pemahaman mengenai bagaimana mengatur arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, merencanakan pengembangan bisnis, serta mengelola sumber daya yang dimiliki agar lebih produktif dan efisien. Selain itu, di era digital saat ini, pengelolaan usaha juga perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui kegiatan Pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS yang dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di Aula Rachmat Efendi Telkom University Purwokerto, para peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai literasi keuangan serta pengelolaan sumber daya manusia untuk UMKM berbasis digital. Pelatihan ini membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus bagaimana mengoptimalkan sumber daya usaha agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan di ekosistem digital.

Pengelolaan Keuangan UMKM Menjadi Kunci

Sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan keuangan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan UMKM di era digital saat ini. Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelaku UMKM tidak hanya dituntut untuk mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan usaha secara tepat, terstruktur, dan berkelanjutan. Banyak UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi yang belum rapi, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, hingga belum adanya perencanaan keuangan yang matang. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan bisnis terlihat berjalan baik dari sisi penjualan, namun secara finansial belum tentu berada dalam kondisi yang sehat.

Melihat kebutuhan tersebut, pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Pematerian ini disampaikan oleh Kurnia Indah Sumunar, S.E., M.S.Ak., selaku Dosen Bisnis Digital Telkom University Purwokerto. Materi ini menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan sebagai dasar dalam menjaga kestabilan arus kas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Literasi keuangan sendiri merupakan kemampuan pelaku usaha dalam memahami, mengelola, serta menggunakan keuangan usaha secara bijak dan terencana. Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat memahami perbedaan antara omzet dan keuntungan bersih, mengetahui kondisi arus kas usaha secara nyata, serta mampu menyusun strategi keuangan yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pelaku usaha berisiko mengalami kesulitan dalam menjaga stabilitas modal kerja, bahkan berpotensi mengalami kegagalan usaha meskipun memiliki produk yang berkualitas.

Dalam praktiknya, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi permasalahan dasar dalam pengelolaan keuangan, seperti belum adanya pencatatan transaksi yang konsisten, masih tercampurnya keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta penentuan harga jual yang belum didasarkan pada perhitungan biaya dan margin keuntungan yang jelas. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan bisnis secara akurat serta menyulitkan dalam perencanaan pengembangan usaha ke depan.

Melalui materi literasi keuangan ini, pelaku UMKM didorong untuk mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin dan terstruktur. Beberapa langkah dasar yang ditekankan antara lain memisahkan keuangan pribadi dan usaha sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan, melakukan pencatatan seluruh transaksi secara konsisten, menyusun laporan keuangan sederhana untuk memantau kondisi usaha, serta merencanakan pengeluaran dan target keuntungan secara realistis. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pencatatan keuangan, Microsoft Excel, maupun sistem kasir digital juga diperkenalkan sebagai langkah awal digitalisasi pengelolaan keuangan UMKM.

Melalui penerapan pengelolaan keuangan yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan modal, meminimalkan kesalahan administrasi, serta membangun kredibilitas usaha di mata mitra, investor, maupun lembaga keuangan. Pengelolaan keuangan yang sehat juga menjadi pondasi penting dalam mendukung transformasi digital bisnis secara menyeluruh.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong UMKM Banyumas agar tidak hanya kuat dari sisi produk dan pemasaran, tetapi juga memiliki fondasi keuangan yang sehat, terstruktur, dan siap berkembang di era digital yang semakin dinamis.

HRIS: Sistem Berbasis Digital untuk Pengelolaan SDM di UMKM

Sebagai lanjutan dari materi sebelumnya terkait literasi keuangan bagi UMKM, pembahasan kemudian lanjut pada aspek penting lainnya dalam pengelolaan bisnis, yaitu pengelolaan sumber daya manusia di era digital. Di era transformasi digital yang berkembang sangat cepat, pelaku UMKM tidak lagi hanya dituntut memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga dituntut mampu mengelola bisnis secara lebih modern, efisien, dan berbasis data. Banyak UMKM yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan operasional, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia, pencatatan data karyawan, hingga proses administrasi yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini seringkali menyebabkan proses kerja menjadi lebih lambat, rawan kesalahan, dan sulit untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Melihat kebutuhan tersebut, pelatihan Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh Telkom University Purwokerto bersama ASPIKMAS juga menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan literasi digital bisnis, khususnya dalam pengelolaan SDM berbasis sistem digital. Pematerian disampaikan oleh Alfilia Hilda Rahmatika, S.M., M.M., CPHRM, CHRBP, selaku Dosen Bisnis Digital Telkom University Purwokerto.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pemanfaatan Human Resources Information System (HRIS) sebagai solusi praktis untuk membantu UMKM mengelola data karyawan, absensi, penggajian, hingga monitoring kinerja secara lebih terstruktur dan efisien. Selain menyampaikan materi, Ibu Alfilia juga sedang melakukan riset penelitian terkait pengembangan sistem atau aplikasi HRIS yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan UMKM, sehingga diharapkan mampu menghadirkan solusi pengelolaan SDM yang lebih praktis, efisien, dan mudah diimplementasikan oleh pelaku usaha.

Melalui pemanfaatan sistem digital seperti HRIS, pelaku UMKM dapat mulai melakukan transformasi dari proses manual menuju sistem yang lebih terintegrasi. Digitalisasi ini tidak harus dimulai dari sistem yang mahal atau kompleks, tetapi dapat dimulai dari digitalisasi fondasi bisnis sesuai kebutuhan dan skala usaha. Dengan pengelolaan SDM yang lebih baik, UMKM diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kesalahan administrasi, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

Pengelolaan UMKM di era digital menuntut perubahan pola pikir dari pengambilan keputusan berbasis intuisi menuju pengelolaan bisnis yang berbasis data. Melalui penerapan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat memahami kondisi usaha secara nyata, menjaga stabilitas arus kas, serta merencanakan pengembangan bisnis secara lebih terarah. Di sisi lain, penerapan sistem digital seperti HRIS menjadi langkah strategis dalam membangun pengelolaan sumber daya manusia yang lebih rapi, efisien, dan profesional.

Dengan kombinasi pengelolaan keuangan yang disiplin dan pemanfaatan teknologi dalam manajemen SDM, UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan naik kelas secara berkelanjutan di era digital.

Related Post

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

Email

: 0281-641629

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University

Secret Link