Purwokerto, 04 Januari 2026
Dunia pendidikan vokasi di Kabupaten Banyumas mencatatkan tonggak sejarah baru melalui penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Bidang Pemasaran (Digital Marketing) tahun 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 28-29 Januari 2026 di Kota Purwokerto ini tidak hanya menjadi ajang seleksi menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga menampilkan terobosan konsep integrasi langsung dengan industri. Sebanyak 11 SMK negeri dan swasta turut berpartisipasi dalam format kompetisi yang inovatif ini. angkatan pertama dari Program Studi Bisnis Digital. Momen ini menjadi tonggak awal perjalanan prodi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia bisnis berbasis teknologi digital.
Konsep Unik: Arena Kompetisi di Tengah Ritel Otomotif
Berbeda dengan 31 bidang lomba lainnya dalam LKS, kompetensi Pemasaran menjadi satu-satunya yang digelar langsung di lokasi mitra industri, yaitu Sentral Yamaha Purwokerto (CV Teguh Putera Mandiri). Menurut Agung Pambudi, S.E, S.Kom., M.M., Ketua MKKS SMK Kabupaten Banyumas, langkah ini merupakan bentuk aktualisasi nyata dari manajemen talen. “Dengan pelaksanaan langsung di dunia industri, sekat antara teori di kelas dan realitas praktik kerja menjadi hilang. Atmosfer kompetisi yang tercipta pun lebih autentik dan menantang bagi peserta,” jelasnya.

Dukungan penuh dari mitra industri juga ditekankan oleh Sigit Arif Suryantoro, S.E., M.Pd., Ketua MGMP Pemasaran Kabupaten Banyumas. “Kehadiran dan kolaborasi dengan CV Teguh Putera Mandiri, sebagai dealer utama Yamaha, memberikan pengalaman yang sangat berharga dan langsung (hands-on) bagi peserta. Inovasi ini memaMomentum wisuda ini menjadi simbol dimulainya kontribusi nyata lulusan Program Studi Bisnis Digital bagi dunia profesional. Para lulusan diharapkan mampu terus mengembangkan diri, menjaga integritas, serta berperan aktif dalam menciptakan solusi dan peluang di bidang bisnis digital.
Uji Nyata Kreativitas: Live Streaming Selling di TikTok

Puncak keseruan kompetisi terlihat ketika seluruh peserta secara serentak melakukan Live Streaming Selling di TikTok, yang berlangsung langsung di area showroom Yamaha. Melalui sesi ini, kepercayaan diri dan kreativitas para calon pemasar digital diuji dalam mempromosikan unit kendaraan roda dua secara nyata. Drs. Witoto, Kepala SMK Negeri 1 Purwokerto, yang turut menyaksikan langsung, menyampaikan apresiasinya. “Antusiasme dan performa yang ditunjukkan peserta menggambarkan kesiapan mental dan keterampilan mereka sebagai calon tenaga pemasar digital yang andal. Kemampuan menguasai platform media sosial secara profesional ini menjadi aset berharga di era ekonomi digital,” ujarnya.
Standar Nasional dalam Penilaian, Siap Berlaga di Tingkat Tinggi
Untuk memastikan kualitas juara yang berdaya saing, panitia melibatkan tim juri yang terdiri dari berbagai lintas sektor, mencakup praktisi nasional, perwakilan industri, dan akademisi. Ahmad Madani, Praktisi dan Juri LKS Nasional, menjelaskan bahwa skema penilaian yang diterapkan di tingkat kabupaten sengaja diselaraskan dengan standar nasional. “Hal ini bertujuan agar perwakilan dari Banyumas yang akan maju ke tingkat provinsi dan nasional telah memiliki bekal dan keunggulan kompetitif yang memadai,” terang Madani.
Proses penilaian yang komprehensif ini diperkuat dengan kehadiran Muhammad Hasan (Kepala Divisi Digital Marketing Sentral Yamaha) sebagai representasi praktisi industri, dan Muhammad Eka Purbaya (Dosen Universitas Telkom Purwokerto) yang membawa perspektif akademis. Kolaborasi keduanya memastikan bahwa setiap aspek penilaian—mulai dari penyusunan strategi konten, kreativitas presentasi, hingga teknik komunikasi—telah melalui telaah yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta keilmuan.
Penutup
LKS Pemasaran Banyumas 2026 telah membuktikan bahwa inovasi dalam penyelenggaraan kompetisi siswa, melalui kolaborasi erat dengan industri, tidak hanya mempertajam kemampuan teknis peserta tetapi juga membangun mentalitas dan pengalaman lapangan yang tak ternilai. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi bagi pengembangan pendidikan vokasi ke depan, dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kreatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global.